Banner

Tampilkan postingan dengan label GSPOT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GSPOT. Tampilkan semua postingan

Konsep Agamis dan Coffeshop? Kopi Anjis Bandung

|

padapanik.com - Beberapa waktu lalu kami padapanik.com di undang ke cabang baru "Kopi Anjis" di jalan Eyckman no.2 untuk berbicang-bincang dengan pemiliknya. Nama Kopi Anjis sendiri udah cukup dikenal di kota Bandung sebagai salah satu alternatif tempat nongkrong dan menikmati kopi sambil menikmati udara sejuk Bandung. 

Pagi sekali, sekitar jam 6.30 pagi akhirnya kami sampai di Kopi Anjis yang ternyata lebih mudah ditemukan kalau kita mengatakan kalau tempatnya berada di Jalan Cihampelas. Hanya beberapa meter saja dari Fave hotel cihampelas. Entah ini cabang ketiga atau keempat, tapi tempat yang disana memang lebih kecil daripada cabang lainnya. Cuma tempatnya lebih strategis, dan duduk disana pagi-pagi memang enak sambil menikmati orang berlalu lalang di sekitar jalan cihampelas yang selalu padat. 

Kami disuguhkan segelas kopi dan roti gempol rasa kacang sambil bercerita banyak dengan sang pemilik soal marketing sampai bagaimana ia berbagi soal agama dengan gaya santai nya. 


Nama Kopi Anjis sendiri di ambil sebagai nama yang paling sopan dari kata-kata yang tidak sopan. Menunjukan kesan muda tapi bertanggung jawab. Kopi Anjis sebenarnya mengusung konsep yang tidak umum dan berani. Kopi Anjis menerapkan unsur agama yang kental di cafe, mengajak shalat bersama tiap memasuki jam nya. Selain itu ada Adzan live yang mungkin bakal bikin pengunjung kaget karena tidak terbiasa. Karena hal tersebut pengunjung Kopi Anjis pun (yang kami lihat waktu itu) kebanyakan adalah pemuda-pemudi yang sedang memperdalam ilmu agama. Seperti cafe yang mengusung tema komunitas, bedanya ini komunitas muslim.

Bagi pemiliknya, hal tersebut masih belum biasa aja, kalau udah lama dan ada yang memulai, pasti akan jadi hal yang biasa saja atau mungkin jadi hal yang menarik bagi pengunjung non muslim. Terinspirasi dari bali dimana para pengunjung antusias menonton hal-hal yang sebenarnya adalah ibadah agama. 

Hal ini didukung dengan adanya fasilitas mushola yang jauh lebih besar daripada tempat makannya terletak di lantai 2. Tempat tersebut juga bisa dijadikan tempat untuk acara apa saja dengan gratis tanpa ada persyaratan apapun. Konsep yang tidak biasa untuk sebuah cafe? Buat kalian yang ingin memulai usaha cafe atau coffeshop, berani mengadaptasi konsep ini?

Penulis & Foto : 
Ashari @arhieashari




25 Coffe & Kitchen : Alternatif Breakfast di Bandung Timur

|

padapanik.com - Sepengalaman kami, rata-rata resto atau cafe yang menyediakan menu sarapan di kota Bandung, biasanya hanya sebagai pelengkap atau alternatif menu. Di tambah lagi, menu-menu sarapan di buat simple sehingga bisa menahan persiapan kitchen mereka lebih lama sebelum memasuki jam makan siang yang padat.

Nah, di rubrik "Cari Makan" kali ini, Tim Padapanik berkesempatan untuk mendatangi sebuah Cafe di Jalan Arcamanik Endah yang baru mengadakan grand opening akhir bulan juli kemarin. 

Iya tau..

Pasti yang terlintas di pikiran kalian adalah Jauh! 

Usaha dong! Kalian gak bosen apa tiap nongkrong di Dago atau Jalan Riau? Percaya sama kami, ini tempat yang worth it. Makanya baca sampai selesai...

Tempatnya lumayan homie lah. Dekorasi kayu, cat hitam dan tulisan putih. Khas cafe jaman sekarang. Terdapat bagian outdoor dan indoor dengan beberapa tema yang bisa kalian pilih sesuai mood. Tempatnya ternyata cukup rindang untuk sebuah tempat di Bandung Timur. Yang paling penting Parkiran luas! Berangkat....


Karena datang nya siang, pasti pengen makan berat. Jadi kami menanyakan menu favorit nya. 

"Iga Bakar" dijawab langsung oleh marketing disana. 

Sebagai Anak muda masa kini yang sedang berakting sebagai ahli kuliner yang selalu suudzon tidak puas dengan jawaban tersebut. 

"ya iyalah daging Iga pasti enak" dalam hati doang sih. 

Ternyata malu rasanya ketika mencicipi Iga bakar (25rb) yang ternyata berbeda. Dagingnya lembut dan bumbunya nagih. Manis asam nya blend banget. Ditambah Emping yang bikin kolesterol nafsu makan meningkat. Nasi Goreng Iga (lagi-lagi Iga, semenjak Barasuara banyak fans, dia ikutan naik daun) adalah salah satu yang benar-benar favorit. Jangan harap bertemu nasi goreng keasinan karena kebanyakan micin yang biasa kalian beli di depan kosan. Tidak cuma karena di lengkapi toping Iga yang absolut mewah. Rasa dari Nasi goreng nya punya rasa gurih yang pas. Di lengkapi dengan sambal matah dengan potongan kecil. (Menulis ini pun sambil menelan ludah).





Oh iya, Siang-siang bakal lebih seger sambil memesan Mango Milky (24rb) sebagai minuman nya. Smoothies dan Segar ala Mangga. Tempat ini juga menyediakan Private room yang bisa digunakan untuk meeting atau surprise ulang tahun. Tahun pertama jadian biasanya wajib sih.. ehem. Kalau males menyiapkan hal-hal lain, tempat ini punya paketan khusus yang menyesuaikan budget kamu termasuk dekorasi dan kue. Ada di lantai 2 yang pastinya terisolasi dengan pengunjung lain. Tenang, gak akan diliat-liatin orang lain.






Nah setelah makan siang, saat nya kita sarapan. (??!!)

Sangat kontradiktif sekali yah


Lumayan terkejut dengan menu sarapan disini. Karena menu-menu favorit dan reccomended ternyata ada di jam 7:30 - 10:00. Pisang bakar (20rb) ternyata cukup untuk sebuah sarapan. Dengan topping keju dan ceres, sangat pas untuk yang mengumpulkan tenaga sebelum bekerja. Porsi nya pas, rasanya pas. Pisangnya enak, dan toppingnya pun tidak mengganggu cita rasa pisang bakarnya. Cocok dengan kopi atau teh lalu duduk di outdoor sambil mikirin masa depan.. pokoknya jangan mikirin cicilan.. jangan!

                           

Eh ada lagi! Munchies Tuna yaitu roti tebal dengan Tuna dengan saus yang melt di atasnya. Roti nya diluar ekspetasi, ternyata sangat lembut jadi benar-benar menyatu sama toppingnya. Disini juga terdapat aneka salad segar, Lasagna, Chicken Cordon Bleu dan menu sarapan lainnya. Buat kalian yang suka dateng rame-rame, Bisa memesan Pizza 25 (40rb) yang cocok 3-4 orang.


Kami merekomendasikan untuk mencoba sarapan disini sih, Karena menu-menu favorit nya ada di jam-jam sarapan. Tapi menurut mereka, jika ada request ada beberapa menu yang tetap di bisa dibuatkan di sore hari. Kecuali salad. Buat pencinta kopi, kualitas kopi disini gak kalah. Menurut para filosofi kopi yang menikmati kopi dengan di sruput dikit-dikit sambil di hirup, kopi nya nikmat meskipun tetap gula. Buat penikmat kopi sachet mah moal ngarti.




25 Coffe & Kitchen
Jl. Arcamani Endah no.25, Bandung
022 20524425 (reservasi)
Buka setiap hari 07.30 - 23.00
Makanan 15k - 60k
Minuman 5k - 25k


Penulis dan foto :
Ashari, @arhieashari

Nasi Batok : Kuliner nuansa tropis di Bandung

|

padapanik.com - Sudah biasa makan Rice bowl? itulah sajian nasi di mangkok dengan potongan daging atau lauk tertentu sebagai menu utama nya. Makanan ini cukup populer karena praktis dan cepat saji. Sepertinya terinspirasi dari makanan-makanan Jepang atau Chinesse food. Yang jelas, dalam hitungan cepat, bisnis Rice Bowl mulai menjamur di mana-mana. Bahkan makanan khas indonesia sudah banyak di jual dalam bentuk Rice bowl.


Salah satu kedai kecil di Jalan Ir. H. Djuanda, Dago memiliki konsep yang unik dan menarik. Namanya "Nasi Batok". kedai nya nyempil disalah satu sudut outlet (kalau gak salah namanya 104 outlet). Tempat kecil dengan kapasitas kurang dari 15 orang. Tapi cukup adem untuk istirahat sejenak apalagi buat kamu yang ke Bandung dan hobi belanja di Jalan Dago.

Konsep makanan nya sih tetep sama kayak Rice Bowl pada umumnya. Tapi, penggunaan mangkok di ganti dengan Batok kelapa! Yah, kece nya lagi, kalau order online via gojek atau bungkus tetap dikasih batok kelapa bukan sterofoam atau kertas nasi~ niat banget buat brandingnya haha. 

Sebenarnya menu Nasi di dalam batok kelapa ini sudah tidak asing lagi, apalgi di daerah-daerah pantai. Kalian bisa dengan mudah mendapatkan menu seperti ini di Resto-resto Bali. Padahal saya sendiri belum pernah ke bali.. 

lah terus ngapain ngasih tau? keplakkkkk....


Menu nya cuma ada 6 aja. Jadi gak akan bingung-bingung amat milihnya. Nasi Batok Ayam suwir kecap, Ayam Kemangi, Ayam Rica-rica, Oseng Mercon, Sapi Lada Hitam, dan Cumi Pedas. Dengan range harga 16-20rb. Hampir semua menu di lengkapi dengan Jeruk Nipis yang akan bikin aroma makanan tropis nya terasa. Khususnya buat kami warga Bandung yang merindukan suasana pantai......



Kita sih baru nyobain 3 dari 6 menu nya. Dan rekomendasi jatuh pada...

Oseng Mercon. Pedas dan tambahan jeruk nipis emang seger banget rasanya. Kalian boleh nyobain atau cari favorit kamu sendiri. Oh iya. Buat kalian generasi anti diet diet club. Alangkah baiknya untuk memesan lebih dari satu. Karena porsi nya gak akan cukup woy! selamat mencoba. 

Nasi Batok
Jl. Ir. H. Djuanda (Dago) No. 108, Bandung
Buka setiap hari, 12.00 PM-02.00AM
Makanan 16-20K 

Penulis :
Ashari @arhieashari

Foto :
Renal @nallho 

Chaplin's Bandung, Cafe, Bar dan Sisha ..

|

padapanik.com - Saat ini tempat nongkrong di Kota Bandung sudah makin menjamur. Hampir disetiap sudut jalannya pasti mudah ditemukan tempat nongkrong. Memang hobinya anak muda Bandung itu nongkrong. Karena dari nongkrong tersebutlah yang menyatukan anak – anak muda Bandung. Yang diobrolkan juga biasanya seperti basa-basi biasa, hiburan, candaan, bahkan terkadang menimbulkan ide-ide baru, pemikiran baru yang dari situlah asal muasal Kota Bandung menjadi kota kreatif.

Tempat nongkrong di Bandung pun ada bermacam jenis. Mulai dari warung kopi, kedai, café, bar, hingga club malam. Semuanya memiliki konsep kreatif masing-masing yang membuat menarik si pelanggannya. Namun ada satu tempat nongkrong yang menarik perhatian kami (tim padapanik.com) untuk dikunjungi. Ya! Tempat nongkrong tersebut adalah Chaplin’s Café, Bar & Sisha. Tempat ini terbilang baru karena mulai berdiri sekitar pertengahan tahun 2016. Saat mendapat undangan dari pihak Chaplin’s Café, Bar & Sisha, kami tidak berpikir panjang untuk segera berkunjung kesana karena rasa penasaran yang sudah tak tertahankan (?). Akhirnya kami merapat ke TKP sekitar jam 9 malam. Terlihat mulai banyak pelanggan berdatangan karena sebelumnya Bandung habis dilanda hujan besar. Uniknya, yang membuat  Chaplin’s Bar, Café & Sisha ini berbeda dengan bar lainnya yaitu memiliki konsep bar indoor dan outdoor sehingga memudahkan pengunjung untuk memilih tempat yang sesuai dengan keinginan mereka. Apakah akan duduk di area indoor yang kental akan suasana bar atau memilih area outdoor sambil menimati angin dibawah pepohonan rindang yang berada di sekitar area Café. Kami akhirnya memutuskan untuk memilih area outdoor saja sambil menikmati angin malam Kota Bandung. 


Setelah memilih tempat duduk, datanglah saatnya kami memilih menu makanan dan minuman yang akan kami nikmati. Dari daftar menu yang tersedia, yang menjadi menu rekomendasi di Chaplin’s Bar, Café & Sisha ini adalah omelet special, nasi goreng special chaplin’s, spaghetti spice tuna, tahu cabe garam, dan sisha. Namun kami memesan beberapa saja dari menu rekomendasi yang ada. Sambil menunggu hidangan datang, tim padapanik sempat bertanya-tanya ke manager Chaplin’s Bar, Café & Sisha kenapa café, bar & sisha ini diberi nama Chaplin’s saat pertama kali sampai disini. Ternyata, nama Chaplin’s terinspirasi dari ownernya yang suka banget sama Charlie Chaplin hingga mengkoleksi barang-barang yang bersangkutan dengan Charlie Chaplin. Suasana Chaplin sangat terasa  saat memasuki area Café, memang pengunjung akan disajikan ruangan yang penuh dengan interior  desain Chaplin yang sangat kental.

Sesuai dengan namanya, Chaplin’s Bar, Café & Sisha ini memiliki beberapa “kepribadian” yaitu bisa menjadi Bar, Café ataupun tempat Sisha yang memang sangat cocok untuk nongkrong anak  muda dari sore hingga dini hari, karena Café ini buka setiap senin – kamis pukul 16.00 – 02.00 dan jumat – minggu pukul 16.00 – 03.00 sesuai dengan gaya hidup anak muda Bandung yang sangat senang nongkrong hingga pagi untuk sekedar makan ataupun berkumpul bersama teman – teman. Saat sore,  suasana disini seperti café pada umumnya karena memiliki berbagai menu makanan berat, makanan ringan, cemilan, snack, hingga aneka minuman dan sisha. Sedangkan saat malam hari tempat ini disulap menjadi Bar dengan bermacam minuman seperti beer hingga ber-alcohol. Untuk memuaskan pengunjungnya yang memang berjiwa muda, saat hari jumat dan sabtu pengunjung yang datang ke Chaplin’s Bar, Café & Sisha dapat menikmati makanan dan minuman mereka sambil ditemani oleh Live Music & Live DJ sehingga suasana semakin ramai dan menyenangkan.

Tidak terasa mengobrol dengan sang manager tempat ini, hidangan yang kami pesanpun akhirnya datang juga. Taraaa! 2 makanan dan 2 minuman sudah nampak dihadapan kami meminta untuk segera disantap. Makanan dan minuman yang kami pesan adalah : 

Nasi Goreng Special Chaplin's (33k)

Nasi Goreng Special Chaplin’s ini top recommend untuk di menu nasi goreng. Enak banget karena rasa dari rempah – rempahnya sangat terasa yang membuat nasi goreng ini gak seperti nasi goreng biasa. Selain itu nasi goreng yang kami pesan ini semakin lengkap karena di temani telur mata sapi, kerupuk dan garnish sayuran.

Chaplin Pizza (54k)

Nah kalo pizzanya nih ukurannya gede banget isinya ada 8 slice yang bisa buat dimakan berdua atau mungkin berempat. Pizza ini diberi topping smoke beef, sosis, jamur, paprika, bawang Bombay, telur dan tak lupa keju diatasnya. 

Greentea Latte (25k)

Untuk minumannya, greentea latte ini wajib banget di coba karena greenteanya terasa pas dan ga bikin enek. TOP dah.

Cocktails John Lennon (79k) 

Dan minuman terakhir yang kami pesan adalah Cocktails John Lennon. Untuk cocktailnya sendiri beralcohol. Kata temen yang minum ini sih ”tarik” banget, buat  yang penasaaran sama “tariknya” silakan dicoba. 


Kebetulan waktu kami ke Chaplin’s Bar, Café & Sisha pada saat weekend sehingga bisa menikmati hidangan ditemani musik-musik Rnb, Top Chart, EDM yang dibawakan oleh DJ-DJ ternama di Bandung. 

Oh iya, di Chaplin’s Bar, Café & Sisha juga tersedia fasilitas Wifi dan colokan listrik di setiap sudutnya yang membuat makin betah untuk sekedar santai berlama-lama menghabiskan waktu bersama teman-teman. Pokoknya Chaplin’s bar ini cozy banget buat dijadiin tempat nongkrong. Hampir semua yang kita butuhkan untuk nongkrong ada disini, komplit!. 


Buat yang penasaran pengen nyobain langsung nongkrong, ngerjain tugas, bahkan ajojing disini, silakan langsung merapat ke Jl. Diponegoro no.26, Bandung, patokannya sebrang museum geologi dan sebelah Loop Station. Chaplin’s Café, Bar & Sisha ini mudah ditemukan dan lokasinya sangat strategis. Kalo yang pengen kepo-kepo tentang Chaplin’s Café, Bar & Sisha juga bisa di follow instagramnya di @chaplins_bdg.

Penulis dan foto :
Dwiki Amanda @iamdewe

Hunting Foto dan Belajar Seni di Nu Art Sclupture Park

|

padapanik.com - Menghabiskan waktu liburan di Bandung dengan hangout ke luar rumah, nampaknya menjadi salah satu kegiatan yang tidak pernah melahirkan perasaan bosan bagi siapapun. Hampir setiap pekan, berbagai sudut tempat wisata di kota Kembang selalu ramai dipenuhi wisatawan domestik maupun asing. Udara yang sejuk dan banyaknya potensi alam yang tidak habisnya untuk dinikmati menjadikan Bandung selalu menjadi magnet bagi orang-orang untuk datang berlibur.



Nah, kalo kamu udah ngulik berbagai tempat  wisata alam di Bandung dan mulai bingung cari tempat asik dimana, pada rubrik padapiknik kali ini saya akan kasih rekomendasi tempat wisata yang beda, tidak terlalu ramai, tapi mampu menyihir kamu untuk betah berlama-lama di sana. Di tengah hiruk pikuk kehidupaan perkotaan, tempat wisata yang satu ini nampaknya bisa jadi alternatif yang cocok buat kamu yang pengen hunting foto atau sekedar menikmati suguhan karya seni bernilai tinggi. Nama tempat ini adalah Nu Art Sculpture Park, sebuah museum galeri seni yang sangat luar biasa eksotis dan mampu membuat mata pengunjung berdecak kagum dan mematung dalam waktu yang bersamaan. Berlokasi di Jl. Sutra Duta Kencana II/11, Bandung, tempat yang mempunyai luas sekitar 3 hektar ini menyimpan berbagai karya seni hasil tangan dingin dari seniman Nyoman Nuarta.


Nama Nyoman Nuarta sendiri mungkin sudah tidak terdengar asing  bagi sebagian kalangan, apalagi kalo kamu pecinta seni. Bagaimana tidak, buah tangan sang maestro dalam bidang seni ini telah menjadi salah satu icon terbesar di pulau Bali. Yap, patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang direncanakan akan mencapai 150 meter ini adalah karyanya. Patung yang masih dalam proses pengerjaan ini konon akan menjadi salah satu patung monumental terbesar dan tertinggi di dunia.

Berdasarkan berita yang saya baca adari internet, kepopuleran dari Nyoman Nuarta sendiri semakin dikenal setelah dia sukses menghasilkan banyak karya seni berupa ratusan patung dengan mengusung gaya natural dan modern. Bahan dasar pembuatan patung yang dia gunakan banyak menggunakan kuningan hingga tembaga. Saat masih menjadi mahasiswa pada tahun 1979, I Nyoman Nuarta memenangkan Lomba Patung Proklamator Republik Indonesia, lomba ini adalah awal dari ketenaran I Nyoman Nuarta. Gak heran kalo sekarang patung buatan alumni mahasiswa Fakultas Seni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini telah tersebar ke berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri.


Jika sahabat padapiknik singgah ke Nuart, ada banyak kegiatan wisata asik dan menarik yang bisa kamu lakukan. Di tempat ini kamu bisa melihat secara lebih dekat hasil karya sang seniman dan mempelajari makna dari setiap patung atau lukisan yang dia ciptakan. Sebagai orang awam, penulis tidak hentinya terpukau melihat satu persatu karya beliau yang dikerjakan dengan begitu detail, berestetika, dan difikirkasn secara matang. Rasanya dia bukan hanya memiliki teknik yang baik dalam mempelajari seni patung tapi tuhan juga telah menganugerahkan bakat luar biasa sehingga kedua hal tersebut mampu berpadu melhirkan karya seni yang indah.
Bangunan Nu Art Sculpture Park Bandung sendiri terdiri dari tiga lantai dengan luas 1000 meter persegi. Bagian dalam bangunan dimanfaatkan untuk memajang patung, lukisan, dan coffe shop. Sementara bagian luar dimanfaatkan untuk memamerkan patung yang berpadu dengan taman. Bagi pengunjung yang ingin melihat film dokumenter mengenai proses pembangunan NuArt, ada fasilitas teater yang dapat dinikmati oleh pengunjung di lantai tiga gedung. Jika kamu ingin menikmati fasilitas ini, datanglah jam tiga sore karena tidak semua pengunjung bisa menonton di waktu yang mereka inginikan.

Tiket masuk Nu Art sendiri terbilang cukup murah yaitu Rp.50.000 untuk umum dan Rp.25.000 bagi pelajar atau mahasiswa. Galeri seni ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga pukul 18.00 WIB di waktu weekday dan pukul 11.00- 22.00 WIB pada hari sabtu dan minggu. Bagaimana tertarik untuk datang ke sini? Tempat ini bukan hanya menawarkan tempat yang nyaman buat kamu nongkrong tapi juga membuka wawasan yang lebih buat kamu mengenal seni. Jika kamu berniat untuk menggali lebih dalam tentang makna dari bentuk atau model patung yang beragam, ada jasa tour guide yang dapat memandu wisata kamu di sana. Sayangnya waktu penulis main ke sana, sang tou guide sedang tidak bertugas sehingga tidak banyak informasi yang bisa penulis gali. Nah jadi tunggu apalagi, datang dan nikmati sensasi berbeda di area Nu Art Sclupture Park, di tempat ini banyak objek foto yang bisa kamu manfaatkan untuk dibagikan kepada para pengikut kamu di instagram.


Penulis :
Feari @fearikrisna, spesialis konten "out of the box" dan "padapiknik"

MAKAN PORSI BESAR DI EAT BOSS!

|

padapanik.com - Lumayan susah menemukan tempat bermain bowling di Bandung. Salah satunya di Siliwangi Bowling Center yang terletak di Jl. Aceh yang semakin ramai setelah di gunakan sebagai arena PON Jabar 2016 resmi. Akhirnya di malam minggu yang gerimis, Kami (padapanik.com) bersama tiga orang lainnya yang gak punya planning di malam minggu (baca = jomblo) akhirnya menghabiskan waktu dengan bermain bowling malam itu.


Setelah empat cowok lemah ini melakukan olahraga malam, akhirnya kami memutuskan untuk makan dan beristirahat sejenak di cafe yang terhubung langsung dengan tempat bowling tersebut. Eat Boss! terlihat ramai dan nyaman karena area smoking juga sehingga memudahkan beberapa dari kami untuk ngebul.. Suasana malam itu sangat ramai, bahkan kami harus waiting list beberapa menit. 

Setelah berunding memutuskan makanan apa yang akan di pesan. Akhirnya kami penasaran juga untuk memesan makanan dengan porsi besar yang terkenal di Eat Boss. Ada aneka Nasi goreng, Spaghetti Goreng, dan Hamburger yang ketiganya segede harapan sukses kami di masa depan.


Oke fokus...

Karena prinsip "yang penting nasi, yang penting kenyang" akhirnya kami memilih Spaghetti Goreng dan Nasi Goreng Balacan yang tidak dijelaskan apa makna dan bumbu nya di menu. Kedua nya adalah menu spesial di Eat Boss. 2 Menu berukuran besar siap kami pesan untuk di santap empat orang. Berarti setiap dari kita wajib menghabiskan 2 porsi makanan dalam ukuran biasa. 

Tidak sampai 5 menit makanan sudah sampai di meja.. Kayaknya gak di masak nih, pakai sulap.. 

Dengan niat tulus tanpa beban diet kami melahap sedikit demi sedikit. Spaghetti Goreng ini beneran di goreng ternyata, gak php. Tapi kalau dilihat-lihat mirip mie tek-tek. Ukuran mie nya yang tebal terus di goreng dengan kecap. Statement ini di perkuat dengan ditemukannya bukti bahwa adanya jenis kerupuk yang sama dengan yang biasa kami beli. Setelah kami santap ternyata dugaan kita salah. Rasanya unik.

Kayak Spaghetti tapi di goreng.. 

Sungguh informatif..


Dari enam jenis nasi goreng yang tersedia kami memilih Nasi Goreng Balacan karena visi misinya yang sesuai dengan kepentingan rakyat. Dalam deskripsi menu nya ditulis "Nasgor juara yang di persembahkan untuk nasgor lovers". Makin penasaran aja.. 

Nasi goreng yang disajikan berwarna kecoklatan dengan campuran telor beserta warna-warni acar yang ramai kayak disco 80an. Rasanya sendiri unik. Kata temen sih ada bumbu terasi nya. Cobain sajalah.

Menghabiskan makan porsi besar dengan perut kosong bikin lupa diri sampai perut terasa sesak kayak kosan 3x3. Kami akhirnya sadar kalau nasi goreng dan Spagor nya tanpa topping. Ternyata topping nya di jual terpisah. Kenapa gak di tawarin sama pelayan nya ....


Setelah semuanya menyerah akhirnya tersisa 1 porsi nasi goreng lagi yang kita bungkus. Untuk mengurangi penyesalan makan banyak tanpa topping. Akhirnya kami memesan topping tambahan yaitu Telor dadar dan Ayam lada hitam. Nasi goreng malang tersebut akhirnya tidak tersentuh sampai besok pagi karena ketiduran akibat kekenyangan. Tapi ternyata di santap pagi masih enak-enak aja..

Daftar Harga :
Nasi Goreng Balacan big size : Rp. 45.000
Spaghetti Goreng big size : Rp. 45.000
Telor dadar : Rp. 3000
Ayam lada hitam : Rp. 8500
Mango Big Tea : Rp. 15.000
Let's Shake Vanilla : Rp. 15.000

Alamat :
Siliwangi Bowling Center, Jl. Aceh no. 66
Buka jam 10am - 11pm

Penulis :
Ashari @arhieashari, gagal membujuk yang lain untuk memesan big size burger
Foto :
Aggi @agijafa, pecinta rasa mangga

KAMPUNG JELEKONG : KAMPUNG PARA SENIMAN LUKIS

|

padapanik.com - Kota Bandung kini dikenal sebagai salah satu kota kreatif yang pesonanya mampu menarik banyak minat wisatawan berkat keindahan alam, sajian kuliner, historis, maupun kekayaan budaya yang dimilikinya. Jalan Braga menjadi salah satu jalan tertua yang tak pernah sepi dari pengunjung.  Bangunan-bangunan tua yang kental dengan arsitektur Belanda ini, masih berdiri kokoh dan membuat kawasan ini tetap terjaga akan nilai sejarah.

Hal lain yang juga menambah daya tarik tempat ini adalah deretan lukisan yang terpampang rapih dan tak luput mencuri perhatian wisatawan yang datang untuk sekedar berfoto atau meminang pajangan tersebut sebagai cindera mata.  Namun, tak banyak yang tahu bahwa hasil lukisan tersebut merupakan karya para perajin di sebuah desa yang terletak di daerah selatan Kota Bandung.



Kampung yang terletak di jalan Raya Laswi, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung ini dikenal dengan sebutan Kampung Jelekong. “Dulu ada pengusaha Aci berdarah Cina, beliau sering pindah-pindah dari Cikawung, Cangkring, terus terakhir pindah ke sini. Nah karena jualannya pindah-pindah jadi lahirlah nama Jelekong. Dalam bahasa sunda jlek artinya pindah,” ujar Ketua Desa Wisata, Irwansyah.

Pada tahun 2011 lalu, Kampung Seni Jelekong diresmikan oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai Pedesaan Pariwisata. Kampung yang dihuni oleh lebih dari seribu seniman ini, rutin menghasilkan berbagai karya seni diantaranya wayang dan lukisan. Tidak hanya itu, kampung ini juga memiliki kebudayaan sunda lainnya, seperti pencak silat, sisingaan, dan tari-tarian sunda.




“Kebanyakan potensi perajin disini diperoleh secara otodidak. Mereka terbiasa melihat wayang setiap hari akhirnya timbul kecintaan terhadap wayang begitupun dengan lukisan,” ujarnya.

Seniman lukis, Iman Budiman, 29, menerangkan bahwa ciri khas dari lukisan yang dihasilkan dari Jelekong terbagi ke dalam dua jenis yaitu lukisan industri dan karya seniman. “Jenis lukisan industri itu seperti ikan koi, kuda, pemandangan alam dan lukisan sejenisnya. Berbeda dengan lukisan karya seniman yang sifatnya lebih eksklusif,” katanya.

Untuk menghasilkan lukisan bergaya industri, Iman mengaku tidak membutuhkan waktu yang lama. Dalam sehari dia bisa menyelesaikan satu hingga dua buah lukisan. Hal tersebut berbeda dengan lukisan hasil karya seniman yang tak jarang bisa menghabiskan waktu hingga satu tahun lamanya, tergantung dari mood dan inspirasi sang pelukis.


“Lukisan industri cenderung lebih cepat proses pembuatannya karena gaya melukis dan motif yang dihasilkan itu-itu saja berbeda dengan lukisan seniman yang mengandung filosofi dan punya makna yang berarti bagi sang pelukis,” pungkasnya.


Hasil karya lukisan jenis industri dihargai mulai dari Rp. 50.000 hingga Rp. 1.000.000. Sementara untuk dapat memboyong lukisan karya seniman, konsumen harus merogoh kocek cukup dalam karena harga yang ditawarkan berkisar antara satu juta, sepuluh juta, bahkan hingga menyentuh angka seratus juta rupiah. Tapi hal ini sebanding dengan waktu dan jeri payah yang didedikasikan sang seniman saat mencurahkan buah pemikirannya ke dalam sebuah kanvas.
 Sepak terjang lukisan karya seniman Kampung  Jelekong, rupanya bukan hanya tersebar di Bandung. Iwan mengatakan produk lukisanya lebih banyak didistribusikan ke pulau Bali. “Kalo untuk pemasaran saya pribadi 70% dikirim ke Bali lima ratus lembar perminggu, tapi kalo orderan lagi rame malah bisa sampai seribu. Sebenernya kalo pariwisata kita sudah berjalan tidak usah menjual ke Bali,” paparnya.

Selain lukisan, kampung kelahiran Dalang sekaligus seniman asli tanah sunda, Asep Sunandar Sunarya ini juga terkenal dengan produk wayang goleknya.  Di tangan sang dalang kenamaan ini, wayang golek keluaran Jelekong mulai melebarkan sayapnya hingga ke luar negeri. Rutin melakukan berbagai inovasi, wayang golek Giriharja hingga kini menjadi salah satu kiblat dalam dunia perwayangan.

Anak kandung dari dalang Asep Sunandar, Batara Sena,29, mengatakan kreativitas menjadi kunci yang utama untuk melestarikan kebudayaan wayang tidak habis dimakan jaman. “Peminat mah menurun enggaknya tergantung kita. Ada orang sunda berujar, ngindung ka waktu, mibapa ka jaman. Adaptasi sesuaikan dengan jaman. Dari situ kita dituntut agar wayang laku itu, ya dengan inovasi. Jadi bukan tradisi yg menurun, tapi apresiasi peminat yg meningkat,” paparnya saat ditemui di balai pembuatan wayang.

Harga yang ditawarkan untuk memboyong satu buah aksesoris wayang bervariatif. Jika ingin membeli wayang sebagai cindera mata maka konsumen hanya perlu merogoh kocek Rp.25.000 saja. Namun, wayang asli hasil karya para perajin Asep Sunandar sendiri, dibandorol dengan harga 1,5 hingga 7 juta rupiah, tergantung pada ukuran dan kualitas wayang. 


Penulis dan Foto:
Feari @fearikrisna, Sarjana Jurnalistik yang berkelana menulis feature

Surga Pokestop dan Berburu Pokemon di Bandung

|

padapanik.com - Sudah main Pokemon Go? Bagi kalian yang gak main, mungkin akan merasa risih dan bingung kenapa semua orang mendadak kecanduan main game ini. Tidak hanya itu, hampir semua media dan lingkungan pergaulan kamu saat ini pasti ngomongin Pokemon Go iya kan?

Gak cuma kalian yang resah, orang tua juga harap-harap cemas..

Game ini memang bikin anak 90an merasa diwujudkan mimpinya. Nintendo dan Niantic udah kayak Dragonball yang mewujudkan mimpi kita di jaman itu. Bisa nangkep dan melihara pokemon di dunia nyata mungkin adalah salah satu mimpi yang mustahil, namun terwujud juga setelah belasan tahun. Pokemon pun kembali booming, dan hampir semua pemain Pokemon Go jauh lebih hapal nama pokemon, padahal dulu gak begitu suka nonton manga nya. Sedangkan anak 90an yang hafal nama pokemon selain nonton juga ngapalin dari koleksi Tazos dan Kartu Pokemon yang di dapatkan dari permen lolipop yang di cocolin ke bumbu nya (rasanya gak begitu enak). Pokoknya terimakasih buat Nintendo dan Niantic deh, kita doain founder nya masuk surga haha..

Sayangnya semua orang jadi latah pokemon, untuk pemain amatir mungkin sulit merasakan serunya bertarung di Gym pokemon yang udah dikuasai para master dan amatir yang punya banyak uang tentunya. Tapi, kalian yang baru mulai dan gak punya uang untuk beli coin, kalian bisa menemukan spot yang di penuhin lure (sorry yang gak main.) dan bisa dapet pokemon yang banyak hanya dengan stay di satu tempat! 

Nah, Padapiknik kali ini, mau berbagi spot yang wajib kalian datangi sebagai Trainer Pokemon Go! 

CIHAMPELAS WALK (CIWALK)

Well, tulisan ini gak di sponsorin oleh Ciwalk sama sekali. Kami dapet info nya sih dari youtube dan akhirnya mencoba langsung ke TKP dan Waw! Kalian akan bertemu tempat yang paling care dan mengerti kamu para trainer! 


Di halaman depan gedung Cihampelas Walk kalian akan melewati 5-6 Pokestop yang hampir setiap malam di berikan lure oleh entah siapa. Kalian hanya tinggal duduk manis di J-co, Starbucks, atau di Tea house maka pokemon akan terus datang gak berhenti.  Itu juga kalau kebagian kursi, kalau enggak yah kamu harus berdiri atau duduk disekitar taman kecil. Banyak banget yang duduk di tangga dan itu gak boleh! Hampir setiap 5 menit Satpam akan mengusir para trainer untuk tidak duduk di tangga. Satpam nya kasian banget sampai geleng-geleng kepala haha. Jangan resign yah pak!

Kosakata :
Lure itu semacam perangkap yang dipasang di Pokestop untuk menarik datang nya pokemon ke pokestop. Kamu bisa dapat pas naik level atau beli, efek nya sampai 30 menit. Pokestop akan terlihat penuh bunga sakura dan memancing para
trainer untuk ikut berkumpul dan memperoleh keuntungan.
Pokestop semacam checkpoint lah, fungsinya untuk mengambil stock Pokeball, Potion, Razzy berry dll. Bisa di klik 5 menit sekali.
Incense semacam parfum yang di gunakan karakter untuk menarik Pokemon. Hampir sama kayak Lure, cuma bedanya Incense cuma bisa dinikmati sendiri efeknya. 
Lucky Egg, sebuah item yang digunakan untuk menambah XP menjadi 2 kali lipat. 

Jangan lupa siapin Incense dan Lucky Egg untuk memanfaatkan momen dan naik level secara cepat. Saking banyaknya, hanya dalam waktu 1 jam, kalian bisa dapet sekitar 30 pokemon. Wuih.. 

Dan di dalam gedung mall juga kalau gak salah ada 2-3 Pokestop. Ciwalk jadi salah satu surga Pokestop dan Pokemon di Bandung, bahkan di basement parkir nya banyak sekali Pokemon! Kalau mau dateng, datenglah pukul 19.00-22.00 karena bakal rame banget, dan siapatau bisa ketemu tim padapanik haha. 



Oh iya, Kalau kalian punya rekomendasi tempat serupa, komen di bawah atau di semua media sosial kita yah. Jangan lupa tulis nama akun pokemon kalian, siapa tau kita ketemu di Gym.

Rekomendasi tempat lain (update) : 

  1. Cigadung, Perumahan Unpad atau Jl. Terusan Cigadung
  2. Sepanjang jalan cisitu lama, selalu ada pokemon yang keren-keren. 
  3. Taman Cikapayang DAGO dan sekitarnya terdapat banyak pokestop
  4. Balai kota, Terdapat 3 Pokestop yang lumayan aktif dikasih lure sama Trainer Lain
  5. Jl. Tubagus ismail, Masjid Al hasanah sepertinya Poke Nest Clefairy. Dalam sehari bisa muncul banyak sekali Clefairy.


Penulis : 
Ashari @arhieashari, pemilik kamar kosan yang kena jangkauan Pokestop.
Foto : 
Aggi @agijafa, Pokemon dengan CP tertinggi malah di Transfer. Greget!  

Gambino coffe : Sensasi Cold Brew dalam botol ekslusif

|

padapanik.com - Siapa yang tidak kenal Kopi? Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari oleh semua kalangan. Konon, pada zaman dahulu kopi dikonsumsi sebagai penghilang rasa kantuk. Tetapi di era kini, minum kopi menjadi salah satu tren yang digemari oleh remaja bahkan orang tua.
Berbagai kedai kopi menawarkan aneka kopi khas berbagai daerah. Kebanyakan menggunakan kopi khas Indonesia yang sudah terkenal seperti kopi dari Gayo (Aceh), kopi Toraja, kopi Flores, kopi Jawa bahkan kopi Kintamani (Bali). Inovasi yang ditawarkannya pun beragam, mulai dari cara penyeduhan kopi sampai kemasan yang berbeda dengan yang biasanya.

Berbicara tentang kedai kopi, Gambino Coffee bisa menjadi salah satu referensi yang bisa dicoba oleh para pecinta kopi. Salah satunya adalah Gambino Coffee. Gambino Coffee adalah sebuah kedai kopi yang terletak di Mall-Mall besar Jakarta seperti Mall Gandaria City, Mall Kota Kasablanka, Mall fX Sudirman dan seluruh cabang Ranchmarket di Jakarta dan BSD. Gambino Coffee menawarkan kopi dalam teknik penyajian cold brewed atau kopi seduh dingin. Teknik yang diusung oleh Gambino ini sebenarnya mempunya beberapa keunggulan, yaitu tingkat keasaman lebih rendah 67% dari kopi lainnya. Selain itu, kandungan kafeinnya dua kali lebih banyak. Konsumen tidak akan merasa sakit perut dan meningkatkan konsentrasi dalam segala aktivitas jika mengonsumsi coffee cold brew. Hal ini karena penyeduhan biji kopi yang menggunakan air dingin akan menghindari biji kopi teroksidasi akibat suhu panas dan mengekstrasi rasa dalam biji kopi secara utuh dan menyeluruh.

Dalam hal kemasan pun Gambino memiliki keunikannya sendiri. Botol ekslusif nya dengan cover yang berbeda untuk tiap rasa membuat kopi Gambino terlihat bukan sekedar kopi. Penyajiannya ini mengusung tema Grab ‘n Go sehingga praktis dan steril untuk dikonsumsi. Kopi ini siap untuk dikonsumsi dalam penyimpanan di dalam lemari es selama dua minggu. Dan untuk botol kopi yang sudah dibuka, bisa di konsumsi kembali paling lama tiga hari.

Untuk varian rasa kopi hitamnya saat ini ada 2, yaitu Earthy dan Fruity. Sedangkan untuk Latte, sudah ada 9 rasa yang ditawarkan, yaitu Swiss Hazelnut, Dutch Caramel, French Vanilla, Irish Cream, Flat White, Red Velvet, Italian Tiramisu, Belgian Mocha dan Choco Mint.

Lalu bagaimana jika sedang tidak ingin meminum kopi? Tenang aja. Gambino Coffee juga menyediakan minuman berupa Tea Latte (Matcha Tea Latte dan Thai Tea Latte) serta Gambino Organic Cendols dengan 3 pilihan rasa yaitu Almond Milk Cendol, Thai Tea Cendol dan Matcha Tea Cendol.

Dengan merogoh kocek sebesar Rp. 18.000 – Rp. 180.000, pengunjung sudah bisa merasakan sensasi kopi atau minuman dingin lainnya dalam kemasan yang cukup unik. Berminat mencoba?

Penulis dan foto : 
Novi @noviafadina, pecinta permen kopiko