Banner

Tampilkan postingan dengan label STAND UP COMEDY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STAND UP COMEDY. Tampilkan semua postingan

Kuliah umum sains dan komedi ala Irvan Karta

|

padapanik.com - Bagaimana jika Sains dan komedi di satukan? di sepanjang perjalanan Stand up comedy Indonesia hanya ada satu nama yang paling diingat. Irvan Karta, seorang dosen lulusan S3 di bidang sains yang juga merupakan jebolan Stand Up Comedy Kompas TV season 6. Irvan Karta menjadi salah satu komika yang menarik perhatian karena persona nya sebagai seorang dosen yang menyusun materi nya dengan dikaitkan oleh fakta-fakta ilmiah. 

Scientae Comedium adalah nama show dari Irvan Karta yang sudah di laksanakan sebanyak 3 kali di Jakarta. 23 Desember 2017, Scientae Comedium pertama kali mengadakan "kuliah" nya di Bandung dengan judul "Apakah sudah waktunya manusia meninggalkan bumi?". Sayangnya show ini seperti kekurangan publikasi. Kami mengetahui dari instastory dari salah seorang komika, bahkan tidak di posting di instagram Stand up Indo Bandung. Sehingga acaranya seperti tidak terorganisir dengan baik.

Pukul 19.00 kami tiba di Loop Station dengan tujuan membeli tiket OTS, dan kami mendapat harga Rp.50.000,- sebagai Mahasiswa. What? Presale nya aja Rp.85.000,- ini malah turun harga. Loop Station Bandung juga sepertinya bukan venue yang ideal untuk stand up. Sound nya tidak begitu memadai, di tambah kebisingan dari luar gedung yang gak bisa di kontrol.

Kamal Ocon, Menjadi komika pertama yang tampil, komika gondrong tersebut sepertinya satu-satunya komika yang selalu ready di Bandung. Untung saja materi nya baru dan pecah. Ditutup dengan puisi yang tetap saja lucu. Didi Sunardi atau Kang Didi tampil menjadi opener lokal kedua. Perspektif kuli bangunan nya memang anugerah yang selalu miris tapi lucu. Sayangnya, penyakit lupa materi nya bikin mood penonton turun. Apalagi dengan cara nyontek yang tidak rapih.


Sylvester Aldes menjadi komika ketiga sekaligus salah satu menu utama dalam pertunjukan kali ini. Namanya baru pertama kali dengar, tapi wajahnya familiar. Komika ini adalah salah satu pemain film "Cek toko sebelah" sebagai salah satu geng capsa yang menjadi salah satu scene paling kocak. Nama nya yang kurang populer terjawab di materi-materi nya yang hardcore. Setelah di kagetkan dengan beat pertama nya, penonton terus di hajar dengan punchline-punchline yang padet. Dengan premis yang mungkin takut di pakai oleh komika lain. Aldes sepertinya lebih cocok jadi opener Kukuh atau Rindra.

Irvan Karta akhirnya naik kepanggung. Dengan mainan Roket yang mewakili persona scientist nya. "Apakah sudah waktunya manusia meninggalkan bumi?" Kuliah umum yang lucu selama hampir satu jam. Irvan karta sama seperti komika-komika sebelumnya yang membawa contekan, bahkan contekan beliau sangat detail. Padahal bisa lebih elegan misalnya dengan Powerpoint layaknya presentasi dikelas. Irvan Karta sepertinya tidak dalam kondisi prima, beberapa kali mengulang-ngulang kata dan sekali blank. Tempo yang lambat ditambah penonton sebelah saya yang terus menyahuti premis (Dia pikir interaktif talkshow kali.) Meskipun begitu, Perspektif Sains yang ternyata bisa dibuat komedi ini lah yang menjadi ketertarikan penonton kenapa datang di show nya beliau. Sekaligus menjadi pelipur lara jarangnya show stand up comedy di Bandung.

Penulis dan foto :
Ashari, @arhieashari

ADRIANO QALBI "LOE PIKIR LOE KEREN" di Bandung

|

padapanik.com - Siapa yang gak kenal Adriano Qalbi? Lebih banyak yang gak kenal sih. Perkembangan industri Stand up Comedy di TV nasional tidak membuat namanya lebih terkenal seperti para komika nasional lainnya. Di banding namanya, kalian pasti lebih mengenal Uus, Ge Pamungkas atau Babe Cabita. Entah sejak kapan ia memulai stand up comedy, bahkan di youtube videonya tidak begitu banyak. Satu-satunya yang paling jelas adalah ketika ia tampil di acara "youth proactive night" yaitu gig stand up yang diselenggarakan pada hari anti korupsi tahun 2013. Tentunya materi stand up nya diisi dengan materi-materi offensive dan tidak TV friendly.

Nama Adriano Qalbi kembali terdengar ketika aktif di podcast buatannya "Podcast awal minggu" dan karena emang podcast masih jarang, maka ia dijuluki "Bapak podcast Indonesia" berisi tentang opini-opini mind blowing dan jokes-jokes nya yang berani. Pada Januari 2017, Adri mengumumkan showcase stand up pertamanya berjudul "Loe Pikir Loe Keren" yang diluar prediksinya akhirnya di adakan 3 kali show karena setiap show hanya menjual 400 tiket dan selalu sold out. Padahal sebelumnya dia khawatir dengan memberi disclaimer "kalau 200 tiket gak laku, show nya gak jadi" karena modal gedung gak ketutup.

Kesuksesan "Loe Pikir Loe Keren" di Jakarta membuat Adri semakin pede untuk membuat show diluar. Dan kabar baiknya Bandung menjadi destinasi selanjutnya. Sebagai kota besar, Bandung bahkan tidak disinggahi oleh "Juru Bicara Tour" nya Pandji Pragiwaksono dan "Tour 1/2 Jalan" nya Ernerst Prakasa. Showcase LPLK akhirnya sold out dengan 200 tiket (kapasitas gedungnya emang segitu). Dan karena permintaan yang begitu besar, akhirnya Adri mengadakan show sore yang sepertinya hanya laku setengahnya. Bahkan ada yang datang jauh-jauh dari Bali hanya untuk nonton.

Di buka oleh Kamal Ocon (SUCI 6) dengan ke-khas-an pemikirannya, Sayangnya masih ditutup dengan bit andalannya yang bahkan sudah pernah dibawakan tahun 2015 di show "Surat dari komika". Lalu Patra Gumala yang cukup berhasil membalas kekalahannya di SUCI 7 dan Guzman Sige yang bisa di simpulkan tidak maksimal malam itu.

Dan akhirnya Adriano Qalbi naik ke panggung dengan mempresent dirinya sendiri. Hanya hitungan detik ia memecah kebuntuan. Dalam istilah Stand up comedy, Adri sepertinya tidak peduli dengan sekat atau hal-hal lazim, atau bagaimana ia menunjukan ketidakpeduliannya terhadap gimmick panggung pertunjukan atau hal spesifik kepada nilai-nilai keprotokoleran. Mempresent diri sendiri,  Lihat contekan secara terang-terangan, menyerang sponsor, hingga bridging materi yang kasar. Kalau dalam kompetisi TV, mungkin dia udah dimarahin habis-habisan oleh Raditya Dika dan Pandji.

Ada yang aneh dari struktur materi Adri. Premis nya adalah Punchline. Tiap ia melempar opini, penonton akan dibuat pecah karena pemikirannya yang related tapi jarang terpikirkan. Jarang sekali ada yang patah karena premis nya aja udah patah. Lalu setelah itu akan ada Punchline bertubi-tubi yang berasal kemampuannya ngomongin orang lain. Loe Pikir Loe Keren?!

Jika kalian tahu Komika dengan kemampuan bomb slide yang canggih seperti Soleh Solihun, Adri sepertinya satu level diatasnya. Bahkan ia punya bit baru saat ngebom yang keluar dari tema pembahasannya lalu setelah pecah ia kembali lagi ke tema yang tadi. Lord...

Materi-materi Adri ternyata cukup beragam mulai dari pembahasan tentang Sticker Happy Family, Kekagumannya terhadap Kanjeng Dimas dan Setnov, Pernikahan Mark Zuckenberg, Tidak penting nya debat pilkada, Grup WA yang ngeselin, Slogan KPK hingga soal Cinta dan Pernikahan. Adri Membahas hal kecil dengan sudut pandang yang besar, akhirnya saya menyadari kualitas komika ini. Menyedihkan melihat komika yang berusaha membahas hal-hal besar tapi cuma mendapat tepuk tangan dan cie tanpa tawa.

Ditambah lagi komika yang tampil di TV akhir-akhir ini rata-rata punchline nya cuma soal Young Lex dan kuda Awkarin.

Komedi memang soal referensi, Adri bahkan tidak jarang tampil ngebom di beberapa gig. Dan pastinya akan susah mengajak dan meyakinkan orang lain untuk ikut nonton penampilannya. Siapa Adriano Qalbi?

"Loe Pikir Loe Keren" selanjutnya akan hadir di Jogja. Bersiap-siap.

Penulis :
Ashari @arhieashari