Banner

Tampilkan postingan dengan label PENSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENSI. Tampilkan semua postingan

F2WL masih salah satu pensi terbaik di Bandung

|

padapanik.com - Pentas Seni yang lebih hits dengan singkatannya Pensi, a.k.a Bazaar biasa anak2 lama sebutnya. Udah bukan rahasia umum kalo Pensi di kota Bandung merupakan magical moment setiap sekolah buat nunjukin seberapa kece sekolah lo, udah jadi new habbit juga kalo SMA 2 Bandung terkenal karena Pensi  yang dikemas super apik. 

Pensi yang digelar tahunan ini, Kembali dilaksanakan tanggal 9 Februari 2019 dengan brand Athronika "master your creation". The Day is coming, tampilan kotak tertulis Athronika sudah standby di tengah-tengah fantastis stage Lapangan Pussenif. Tiket yang soldout sejak lama, juga line up Guest star yang kece abis akan di persembahkan pada hari Sabtu tgl 9 Februari di Bandung diteminin cuaca yang juga sangat bersahabat pada hari itu. Semesta mendukung sepertinya untuk tim Padapanik ketemu temen-temen semua di Athronika.

Today is yours yaaaa buat semua adik-adik SMAN 2 Bandung, di sambut cukup hangat oleh temen-temen berseragam kuning, enggak sulit menemukan mereka karena disetiap sudut Pussenif mereka mudah ditemukan sebagai official penyelenggara dari acara tersebut. Butuh bantuan? tinggal hubungin mereka aja. Walaupun kadang adik-adik LO masih pada bingung, mungkin karena udah terlalu capek atau karena sedang tegang. But overall, thanks yaa buat berusaha kasih hospitality ke tim pada panik dan media lainnya.

Urusan Pengisi acara mulai dari MC, talent, ekskul dan lain-lain yang siap perform udah gak perlu diraguin lagi sih. Amaze, hampir semua talent yg lagi up di Indonesia kayaknya semua tumpah ruah ketemu di Magic Stage nya Athronika.




Yess kan? sebegitu compact nya semua pengisi acara, hujan yang turun tetep kalah sama performance Yura dengan suara khas nya dan temen-temen masih setia duduk manis walaupun hujannya turun (jadi pemanis loh bahkan hujan kemaren, romance nya dapet kalo kata adik-adik milenial), Appreciate jugaaa ga cuma ke Yura yang bikin temen-temen tetep stay walaupun hujan yang semakin malem turunnya makin gak santai.  Beberapa pedagang mulai menawarkan jas hujan di pintu masuk. Dengan jas hujan dan jaket seadanya penonton juga tetep stay di tengah lapang pussenif sampai akhir acara, padahal tim padapanik aja sempet galau karena hujan ..

Oh iya ada yang gak kalah penting dari pengisi acara, yaitu pengisi perut! Karena kebahagiaan bisa kegambar dari seberapa keisi perut kita, Athronika ini banyak ngajak tenant culinary food and beverages buat meramaikan acara hari itu. Tapi help flow jalan nyaa susaaah 😣😣😣 jadi bingung gimana caranya dapetin makanan terutama minuman. Supaya lebih kece lagi di pensi2 selanjutnya kayaknya panitia juga harus lebih naikin awareness nya buat bikin positioning booth-booth tenant nya. Terutama makanan minuman plus tempat sampah yang banyak dan ada dimana-mana. Di acara kemaren, rasanya perlu peta sama porter buat nunjukin lokasi tenant makanan minuman, dan kalau bisa, bantuin bawain makanannya haha.

Penulis : 
Bunga, @bungampd 
Fotografer : 
Feari @fearikrisna 

Raisa kaget penonton Dalawampu hafal lagu baru

|

padapanik.com - Mengawali tahun 2018, siswa-siswi SMA 20 kembali menggelar festival musik Dalawampu bertajuk “Calvantrist”  pada tanggal 20 Januari 2018. Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, event tahunan ini digelar dengan meriah dan diramaikan oleh musisi-musisi berkelas. Setelah tahun 2017 menggelar hajatan tersebut di lokasi berbeda, tahun ini Calvantrist kembali memilih Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) untuk menggelar hajatan tersebut. Untuk ukuran anak SMA, event Dawalampu ini terbliang acara yang besar dan menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu oleh warga Gigs Bandung loh! Selain mengundang musisi terkenal, panitia dalam acara juga terbilang cerdas dalam menyusun line up artist yang dihadirkan. Nah, lalu kira-kira kejutan apa yang coba panitia hadirkan pada tahun ini?


Jika melihat line up artist yang dihadirkan pada tahun ini , Calvantrist sepertinya ingin mengulang kembali kesuksesan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari beberapa guest star yang bukan kali pertama dipercaya untuk meramaikan acara tersebut. Masih hangat di ingatan kita, kalo Raisa, Danila, dan Is (mantan vokalis Payung Teduh) adalah beberapa musisi yang turut menjadi bagian penting dalam kesuksesan event Dawalampu pada tahun 2016. Namun, meski begitu kehadiran ketiga musisi tersebut pada event ini tentu tetap dinanti oleh sebagian besar warga gigs Bandung. Bagaimana tidak, dua tahun berselang  Raisa, Is, dan Danila telah tumbuh dalam bermusik dan konsisten melahirkan karya-karya baru.


Selain ketiga musisi yang penulis sebutkan tadi, masih ada dua musisi kece yang ikut meramaikan acara Calvantrist 2018 yaitu Gamaliel Audrey dan Cantika (GAC) dan musisi kamar Adhitya Sofyan yang baru-baru ini dipercaya mengisi sountrack webseries “Sore” dengan lagunya Gaze dan Forget Jakarta. Seperti yang penulis sampaikan sebelumnya, nampaknya panitia cara melihat peluang yang baik dengan mengundang pelantun lagu Adelalide Sky itu menjadi pembuka acara. Sukses menjadi trending topic di youtube webseries Sore yang diisi oleh Adhitya juga rupanya berhasil mengantarkan para penikmat film tersebut menjadi pendengar baru yang tersihir dengan lagunya
Alasan itu jugalah yang membuat Adhitya Sofyan menjadi salah satau bintang tamu yang penulis tunggu dalam acara ini. Mendapatkan kesempatan wawancara, tentu menjadi sebuah keberuntungan bagi penulis untuk menanyakan bagaimana perasaan Adhitya dan proses terpilihnya kedua lagu yang diambil dari album Forget Your Plans tahun 2012 menjadi soundtrack Sore.

“Rasanya pasti senang  ya, tapi buat aku ini unik karena dalam bermusik ini aku sudah memasuki tahun kesepuluh dan ketika ada pendengar baru tentu senang,” katanya. Dia juga menuturkan tidak ada alasan khusus atas terpilihnya lagu Gaze dan Forget Jakarta. Menurutnya sebuah lagu akan punya nilai Timeless di pandangan setiap orang. Mungkin itu juga yang akhirnya membuat lagu yang sudah dirilis lama tetap dapat dinikmati di masa sekarang.


Benar saja, didaulat sebagai penampil pertama Adhitya Sofyan berhasil membangun suasana romantis dengan suara khas dan permainan gitarnya. Kesempatan untuk menjadi penampil kedua juga rupanya tidak disia-siakan oleh Danilla. Meski terbilang sering tampil di Bandung, kehadiran Danilla tidak pernah sepi penonton. Mungkin hal itu juga yang lantas membuatnya cukup sering menjadi pengisi acara event musik di kota ini.

Setelah memutuskan untuk hengkang dari band yang telah membesarkan namanya, keputusan Is meninggalkan Payung Teduh memang cukup banyak disesalkan oleh para penggemar setianya. Namun, raut wajah kekecewaan tersebut rasanya tidak nampak dari kerumunan penonton yang hadir. Memperkenalkan lagu terbarunya Kehabisan Kata, Is tampil begitu confident menghibur para penonton.

Boomingnya lagu Akad pada tahun 2017 rupanya membuat mayoritas penonton  yang hadir tidak sabar dan tak hentinya berteriak “Akad….Akad” setiap kali Is menyanyikan lirik dari lagu yang dibawakannya. Dan disela penampilannya Is pun menanggapi teriakan penonton, “Akad…Akad masih kecil udah pengen nikah,” ujarnya sembari tersenyum. Dan benar saja, suasana venuepun akhirnya pecah pada penampilan terakhir Is. Membawakan tembang Akad, tangan penonton yang hadir nampak antusias bernyanyi bersama dan mengabadikan moment tersebut lewat gadget yang mereka bawa. Setelah puas dihibur dengan lantunan mendayu-dayu dari Is, GAC pun tampil dan tak kalah mengguncang panggung dan membuat suasana Sabuga menjadi panas dengan lagu yang mayoritas upbeat.

Tampil sebagai line up artist penutup, Raisa yang begitu dinanti membuka penampilan manisnya lewat single terbarunya yang berjudul Teduhnya Wanita. Meskipun terhitung lagu baru, tak sedikit penonton yang ikut bernyanyi loh, bahkan Raisa pun sempat terkejut melihat sambutan yang dia terima. “Kok udah banyak yang hapal sih, padahal ini lagu baru loh! ujarnya.” Calvantrist juga menjadi hari yang spesial karena sepulang dari India, ini adalah event pertama Raisa di tahun 2018. Rasanya kelima musisi yang tampil pada event Dawalampu tahun ini berhasil membuat penonton yang hadir pada malam itu gak rugi. Ya…gimana bukan hanya karena musisi yang hadir punya genre berbed tapi mereka juga sangat digandrungi oleh anak muda masa kini.  Kira-kira kejutan apalagi ya yang  akan dihadirkan panitia SMAN 20 di tahun 2019 ya? Kita tunggu aja, semoga ide kreatif dan gila bisa buat acara Dawalampu tahun berikutnya lebih berkesan.

Penulis :
Feari Krisna @fearikrisna
Foto :
Dwiki Amanda @iamdewe 

Dalawampu dan Penampilan perdana duo 1990 di bandung

|


padapanik.com - Kemeriahan acara dari SMAN 20 Bandung yang bertajuk Dalawampu “Field Of Vision” bertemakan “Artficial Vision For A Better Eternity” sukses di selenggarakan di Lapangan Pussenif PPI Bandung pada hari Sabtu 14 January 2017. Banyak sekali bintang tamu yang turut hadir memeriahkan acara tersebut yakni, Sakra, Pasta Accoustic, Serevina, Vaccinate light, Alinea, Mahagaza, Tomcat & Jerry, The Paps, Dried Cassava, Reality Club, Sheryl Sheinafia, Persembahan 20, Kunto Aji, The Sigit, Ipang Lazuardi, 1990 dan Maliq & D’Essentials.

Sedikit unik dengan acara SMAN 20 Bandung ini, karena ada satu band yang salah satunya merupakan youtubers yang cukup kondang di platform youtube Indonesia yakni Fathia Izzati, salah satu personil dari Reality Club. Reality Club sendiri berdiri sejak 16 April 2016 yang dimotori oleh Mayo lalu merekrut Era juga mereka merekrut salah satu juniornya di kampus yaitu Fathia Izzati disambung dengan Iqbal dan Faiz. Tak lama mereka langsung merelease single pertama mereka “It’s The Answer” di Souncloud dan lagu tersebut adalah lagu andalan dari Reality Club dan lanjut dengan single lainnya yaitu Things I Don’t Know dan Fatal Atrraction.


Acara tersebut berjalan cukup meriah dan peletakan Foodcourt ke Venue pun cukup strategis. Toiletnya pun cukup strategis dan gampang untuk ditemui. Serta dekorasi pangungnya pun cukup besar ditambah dari segi lightning dan visual yang baik.

Setelah Reality Club, lalu Sheril Sheinafia EX-Host di Breakout Net tampil menghibur seluruh penonton yang kini pindah alur ke bidang yang ia gemari yakni musik yang telah ia lakoni sejak 5 tahun sampai sekarang. Sheril juga sudah mempunyai album berjudul namanya sendiri yang direlease tahun 2013 dan 2015. Sheril pun mengeluarkan single terbarunya lanjut di tahun 2016 Sheril juga mengeluarkan lagunya yang dijadikan Soundtrack di Filmnya Raditya Dika yaitu Koala Kumal pada 30 Mei 2016.

Setelah Sheril Sheinafia menaiki panggung, tidak kalah Kunto Aji juga ikut memeriahkan acara ini dan ada satu keunikan lagi dari Kunto Aji sendiri. Kunto Aji membawakan sepenggal lagu dari Rich Chigga – Dat $tick lalu di gabungkan dengan lagu nya sendiri yang berjudul Ekspetasi yang di remix oleh youtubers juga yakni SkinnyIndonesia24 – Sakit yang di kemas dengan cukup baik oleh Kunto Aji, dan salah satu Drummer dari acara The Comment pun membatu Kunto Aji untuk memeriahkan acara dari SMAN 20 Bandung ini.

Ipank Lazuardi juga turut memeriahkan pada malam itu. Ipank membawakan beberapa lagu andalannya yang sudang tidak asing lagi ditelinga para penonton sehingga mereka turut bernyanyi bersama. Dan ada kabar baik dari Ipang Lazuradi di tahun 2017 ini. Saat diwawancarai oleh tim padapanik, Ipank memiliki project terbarunya yaitu Single “Disini Senang”, dan bulan Januari ini mereka sedang dalam proses, sama halnya dengan Maliq & D’Essentials, mereka juga membuat project terdekat yaitu akan membuat album baru yang mulai diproduksi dekat ini.


Ada salah satu Project bersama antara Ex-Killing Me Inside dan Personil dari Vierratale yakni Onad dan Widy yang turut juga memeriahkan acara ini. Kolaborasi tersebut bernamakan 1990. Ini cukup menggemparkan, karena 1990 ini perdana untuk pertama kalinya mengisi acara di Bandung terutama SMAN 20 Bandung sendiri sukses untuk mengundang Duo Electronic yang bergenre Electro yang dikaitkan dengan unsur Tropical tersebut main di acara mereka. 1990 sendiri beridi di tahun 2016 sama halnya dengan Reality Club, ketika 1990 menaiki panggung, aura dari penonton dan aura dari mereka cukup “Panas”, karena mereka sendiri membawakan lagu yang Up Beat, jadi membuat penonton untuk bersorak dan ikut berjoged mengikuti alunan nada EDM. Ketika lagu ke 2 sebelum usai, Widy dengan penuh semangat sehingga dia bergoyang seperti halnya Rihanna pada lagu Work dan tak lama Onad juga ikut memecahkan acaranya untuk membuka kemejanya lalu menghampiri penonton dan bergaya seperti band Post Hardcore yang menaikin barikade. Di lagu terakhir mereka membawakan juga single pertamanya yakni “Destinasi” yang telah di release pada Oktober 2016 di Souncloud.


Maliq & D’Essentials didaulat sebagai performer terakhir pada gelaran Dalawampu edisi Field of Vision ini. Hal tersebut dinilai tepat karena Maliq & D’Essentials sukses membuat acara ini berakhir klimaks dengan membawakan beberapa singlenya seperti Himalaya, Setapak Sriwedari dan ditutup dengan Pilihanku. Akhir pekan yang indah bagi para penonton yang hadir di Dalawampu “Field of Vision”. Mari kita tunggu kejutan apalagi yang akan dihadirkan oleh OSIS SMAN 20 Bandung pada Dalawampu tahun depan.

Penulis :
Azam @azamrachman, reporter transfer dari media sebelah
Foto :
Dwiki Amanda @iamdewe, hampir selalu ada di tiap sudut pensi. 

DESTINESIA : Appetizer kedua menjelang event besar

|

padapanik.com - Sukses menggelar event musik berkonsep festival pada tahun lalu, SMAN 2 Bandung kembali disibukan dengan rangkaian acara From Two With Love (F2WL 2017). Seperti yang kita tahu guys, SMAN 2 memang selalu berhasil mendatangkan musisi kelas atas dan berhasil mengemasnya ke dalam sebuah acara yang fresh dan selalu dinantikan warga gigs Bandung.  



Mereview kembali memori pada event tahun lalu, F2WL sukses menghadirkan bintang tamu seperti Barasuara, Gamaliel Audrey dan Cantika (GAC), NAIF, The Sigit, Isyana Sarasvati, hingga NOAH. Meskipun sempat diguyur hujan lebat saat di sela-sela konser beralngsung, namun hal tersebut tidak menyurutkan animo penonton yang hadir untuk turut mesukseskan ajang tahunan tersebut.


Mengawali euforia F2WL tahun ini, sebuah praevent kedua akhirnya digelar pada Sabtu 22 Oktober 2016. Mengambil tagline acara “Destinesia: Seek Your Identity. Find Your Purpose”. Praevent ini bersuaha untuk mengangkat tema budaya Indonesia sebagai salah satu upaya untuk melestarikannya di era globalisasi. Dimana pada era ini banyak masyarakat yang mulai melupakan warisan-warisan budaya melihat maraknya budaya luar yang masuk ke Indonesia.

Meski dibuka untuk umum, Praevent kedua F2WL 2107 sendiri rasanya terasa lebih intim bagi siswa SMAN 2 Bandung, melihat banyaknya jumlah penonton yang didominasi oleh warga internal sekolah. Dimulai sejak pukul 10.00 WIB, berbagai suguhan hiburan ditampilkan mulai dari perkusi, seni tari, kabaret dan penampilan band internal sekolah yang turut unjuk gigi dalam gelaran tersebut.

Konsisten dengan mengusung tema budaya, salah satu penampil dari modern dance siswa SMAN 2 nampak sukses mengejutkan penonton dengan memadukan tarian tradisional dan modern. Penonton yang hadir pun terlihat penasaran dan merapat barisan ke depan panggung saat mendengar lantunan musik tradisional bergema di area venue. Tarian yang apik dan didukung dengan tampilan baju berwarna warni berhasil memanjakan mata dan berbalas tepuk tangan meriah dari penonton yang hadir.


Memasuki waktu sore, penonton yang hadir mulai ramai berdatangan. Area panggung semakin dipadati oleh penonton yang nampak asik menikmati suguhan musik dari band Symphony Poliponic sembari menikmati suguhan makanan yang tersedia di beberapa stan pada area sekitar venue. Kemeriahan praevent F2WL 2017 terus berlanjut hingga tiga lineup terakhir yaitu Lizzie, Bandung Ini Kami Orchestra (BIO), dan ditutup dengan penampilan Kelompok Penerbang Roket.


Secara keseluruhan, pra-event kedua F2WL tahun ini sukses mengibur dan semakin mengundang rasa pensaran dengan apa yang akan disajikan SMAN 2 Bandung di main event yang tinggal menghiung bulan. Buat kamu yang gak mau ketinggalan info tentang siapa saja line up artist yang akan hadir di acara puncak Bazar F2WL 2017, pantau tersus informasi terupdate di instagram @f2wl17. Dan buat kamu yang sudah menyempatkan waktunya untuk datang ke praevent kemarin, simpan tiket kamu untuk mendapat potongan harga di main event nanti. Sampai ketemu di gelaran F2WL 2017 ya warga gigs Bandung!

Penulis dan Foto :
Feari @fearikrisna, Traveler yang doyan nonton Pensi

KAHITNA MEMUKAU LOCALE 2016

|

padapanik.com - Pensi tahunan SMAN 9 Bandung kembali di gelar. Event yang bertajuk LOCALÉ (Life Our Creativity and Love) ini tidak hanya menghadirkan acara musik saja, namun jauh sebelum puncak acara pensi ini digelar telah dilaksanakannya khitanan masal. Acara puncak LOCALÉ yang digelar pada hari minggu, 25 september 2016 di Apron Bandara Husein Sastranegara ini menghadirkan beberapa musisi yang diantaranya adalah Bucks, RMHR, Enina, Majesty on night, By1Dream, Laref x Ndry, Power Blade, Redphone, Last Afternoon, Nada 4, dan Band yang ditunggu lagu-lagu hits nya KAHITNA.



Kami tiba di acara sekitar pukul 18.00  disambut dengan langit senja yang mulai meredup beganti dengan malam, dan tampak awan gelap mulai menyelimuti kota bandung. Namun hal itu tidak menyurutkan antusias penonton yang hadir untuk tetap menyaksikan penampilan dari RMHR sambil menikmati jajanan yang tersebar di area venue. Memasuki malam, hujan pun mulai turun deras diiringi beat-beat khas EDM (Electronic Dance Music) terus bergantian menghibur penonton yang tetap semangat menyaksikan deretan DJ diantaranya BY1Dream dan svsm yang menyuguhkan lantunan music yang membuat penonton yang tetap asik meskipun hujan deras.


Setelah puas dengan party ala EDM. Kini band yang paling ditunggu pun naik keatas panggung di iringi teriakan dari penonton yang kebanyakan adalah perempuan dan ibu – ibu. Kahitna menyapa LOCALÉ dengan membawakan 10 lagu diantaranya "andai dia tau", "cinta sudah lewat", "cerita cinta", "rahasia cinta", dan masih banyak lagi. Ditengah penampilannya, kahitna menarik salah satu penonton perempuan yang berada di baris paling depan untuk ikut naik ke atas panggung menemani kahitna melantunkan lagu romantis "tak sebebas merpati". Tentu saja hal ini mambuat para penonton perempuan berteriak iri melihat aksi kahitna memperlakukan penonton beruntung tersebut seperti layaknya ratu. Setelah dibuat iri dengan lagu romantis, penonton yang hadir pun kembali di buat baper dengan lagu mantan terindah. Sebagai penutup, kahitna menyanyikan lagu cantik untuk menutup cantik penampilan mereka malam itu.

Sebelum pulang, acara LOCALÉ ditutup dengan penampilan dari musisi ditutup dengan Wyls. Penonton pun kembali terhanyut dengan lagu – lagu yang dibawakan. Meskipun diguyur hujan deras sampai akhir, acara ini tetap berjalan lancar dan mencuri hati dari setiap pengujung yang datang. Sampai ketemu tahun depan!

Penulis :
Hesty @hestyrafika, penikmat Kahitna garis keras..
Foto :
Ijol @Rizalrmdhn, Fotografer naturalisasi media sebelah.. 

HELIOSENTRIS : Langgeng hingga di tahun ke-6

|

padapanik.com - Cuaca panas yang menyelimuti Sman 15 Bandung sejak pukul 10 pagi tak membuat surut datangnya muda-mudi Bandung untuk menyaksikan pensi ini mengingat SMAN 15 Bandung ini mampu menghadirkan band-band ternama di Indonesia. Untuk sekelas SMA, acara ini dianggap cukup berani dan terbilang sukses karena konsep acara dan banyaknya stand-stand yang menjadi tempat bagi para penonton untuk menyicipi kuliner – kuliner unik dengan harga yang masih terbilang bersahabat. Acara yang berlangsung di halaman depan SMAN 15 Bandung ini ternyata di dukung pula oleh seluruh elemen SMA, terlihat dari hadirnya guru-guru, lalu karyawan sekolah dan tentunya para siswa yang menjadi panitia acara dengan tajuk HELIOSENTRIS ini.


Menjadi sedikit pembeda dalam event ini karena ada salah satu pengisi acara yang mungkin masih jarang ataupun belum terbiasa hadir di pensi SMA khususnya pensi di Bandung, yakni Sheryl Sheinafia yang merupakan idola baru bagi para anak – anak muda yang kekinian. Meskipun saat perform, Sheryl hanya membawakan satu lagu ciptaannya yang berjudul “Ku tunggu kau putus”, namun antusias penonton tetap konsisten mengikuti alunan musik yang terdengar dari gitar kesayangannya. Namun beberapa waktu sebelum Sheryl Perform, terlebih dahulu ada band The Sigit dengan alunan musiknya yang khas dan membuat Sman 15 serasa “bergetar” dan penonton yang sebagian besar merupakan laki-laki seakan berjingkrak – jingkrak mengikuti setiap lagu demi lagu yang dilantunkan oleh Rektivianto selaku vokalis band The Sigit. Semua berjalan layaknya seperti Domino, begitu mengalir seperti air, karena saat guest star yang merupakan band ternama di Indonesia yaitu Nidji naik ke stage, ratusan penonton, baik muda, tua, perempuan, laki-laki, mereka semua menyatu dan melebur dengan hits-hits yang sudah taka sing lagi di telinga mereka, seperti salah satu lagu yang di bawakan oleh nidji, laskar pelangi. Mereka bernyanyi seakan suara mereka tak pernah habis, dan mereka merangkul kawan mereka di sebelah kiri dan kanan karena feel dari lagu – lagu nidji yang cukup banyak menceritakan tentang persahabatan, dan juga saat Giring yang merupakan Vokalis Nidji turun dari Stage dan naik ke barikade penonton, semakin menambah meriah dan sorak-sarai dari para penonton membuat mereka menjadi semakin bersemangat untuk mendengarkan alunan musik yang sudah terharmonisasikan sejak senja.


Tak lupa pula nidji membawakan hits terbarunya yang juga merupakan lagu dengan hasil featuring seorang legenda musik Indonesia yaitu Iwan Fals. Acara yang berakhir pada pukul 10 malam ini berlangsung tertib dan tetap menjaga keamanan dan kenyamanan sesama penonton event di Sman 15 Bandung.

Penulis, Foto :
Hakim @hakim_suprayogo pecinta vespa dan penikmat lagu-lagu naif. 

F2WL 2016 - Eye of Universe : Bring a New Level of Music Festival

|

padapanik.com - Membuka manisnya bulan Februari tahun ini, SMAN 2 Bandung kembali menggelar hajat tahunan yang bertajuk From Two With Love (F2WL) “Eye Of Universe”. Tema ini diambil sebagai upaya mengajak generasi muda untuk berpartisipasi dalam usaha menyatukan perbedaan sehingga mencapai keharmonisan dalam kehidupan dalam bentuk bazar dan festival musik.

Sebagai salah satu event tahunan yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta gigs di Bandung, kali ini F2WL 2016 melakukan gebrakan baru dengan menawarkan konsep ala Pasar Festival yang tidak hanya menyuguhkan musik, tapi juga menyediakan berbagai wahana, games-games seru, dan berbagai macam tenant makanan yang tersebar di beberapa sudut area penonton. Berbeda dengan tahun sebelumnya, bazzar tahun ini digelar outdoor . Ttiket yang ditawarkan juga cukup terjangkau karena penonton yang hadir disamaratakan untuk menikmati panggung di satu area saja. Namun, meski terhitung ramah dikantong list artist yang ditawarkan tetap menjanjikan mulai dari Band Indie hingga Band besar sekelas NOAH digadang menjadi bintang tamu dan menghibur penonton yang mencapai angka ribuan.

                                      

Acara yang digelar pada Sabtu,6 Februari 2016 lalu itu sukses menghibur ribuan penonton yang memadati Lapangan Kesenjataan Infanteri (PUSSENIF) di kawasan Supratman. Antusias pengunjung sendiri terlihat memuncak pada sore hari, penulis yang datang ke acara pada sekitar pukul lima sore sempat terheran melihat panjangnya antrian masuk yang mengular hingga ke lokasi parkir. Membludaknya pengunjung bahkan membuat kemacetan sempat terjadi di sekitar jalan utama. Dari luar venue, terdengar bait-bait lagu berjudul Sendu Melagu dilantunkan dengan lantang oleh Barasuara seakan menggoda penonton untuk mendobrak gerbang utama. Penulispun semakin tak sabar dan memutuskan untuk segera masuk dan melihat meriahnya acara yang sudah berjalan sejak pukul sembilan pagi.

Benar saja, raut rona bahagia begitu tampak tersebar dan menyambut penulis yang baru menginjakan kaki di sekitar area penonton. Rentetan both terlihat ramai dipenuhi oleh pengunjung mulai dari stan face painting, games-games menarik, hingga beberapa both brand lokal. Beberapa pengunjung juga nampak asik berfoto di balik dekorasi sayap hitam yang berdiri dengan gagah di area penonton sebagai lambang khas F2WL. Setelah menyapu pandangan ke area penonton, mata penulispun terhenti pada arena wahana yang nampak unik menghiasi acara festival tersebut. Terdapat tiga wahana yaitu bianglala, kora-kora, dan ombak banyu yang dapat dinikmati pengunjung dan sedikit menguji adrenalin bagi mereka yang takut ketinggian.

                                         

Setelah sempat melewatkan beberapa musisi sekelas Gamaliel Audrey, dan Cantika (GAC), Barsena feat Mahagaza,  Elephant Kind, dan Littlelute, penulis memutuskan untuk beralih ke depan panggung untuk menyaksikan NAIF yang direncanakan tampil sebelum adzan Maghrib. Sesuai dengan rundown acara band yang mengusung aliran musik bernuansa vintage tersebut akhirnya tampil dan menghibur penonton dengan list lagu random. “Seperti biasa hari ini NAIF tidak menyiapkan list lagu, jadi buat kalian yang mau request boleh minta lagu kita yang mana aja,” ujar David di atas panggung. Sekitar lima puluh menit berlalu, beberapa hits lagu dari berbagai albumnyapun sukses memanaskan acara menjelang malam seperti Kuda Besi, Jikalau, Karena Kamu Cuma Satu, Televisi, Benci Untuk Mencinta, dan Mobil Balap.

Memasuki waktu senja, awan gelap terlihat mulai menyelimuti area festival. Cuaca Kota Bandung yang pada hari itu kurang bersahabat akhirnya diwarnai dengan rintikan hujan yang cukup deras dan membuat penonton berlarian untuk mencari tempat berteduh. Meskipun hujan deras berlangsung cukup panjang, hal tersebut tidak menyurutkan sebagian penonton untuk menyaksikan The SIGIT feat Wing Pandu Orchesta (WPO)  yang mulai unjuk gigi pada sekitar pukul delapan. Berbalutkan musik alternatif rock dan dipadukan musik orkestra, band yang kiprahnya sudah terkenal di kancah internasional ini sukses membuai penonton di malam minggunya.

Setelah tuntas aksi The SIGIT feat WPO, acara semakin panas saat terdengar riuhan penonton mendaulat Isyana Sarasvati untuk segera naik ke atas panggung. Dibarengi teriakan penonton, Isyana pun hadir dan nampak anggun mengenakan dress hitam dan outfit jaket bermotif bunga. Dengan asksi panggung yang lincah, Isyanapun terlihat asik mengibur penonton dan membuka penampilannya dengan lagu Tap Tap Tap. Artis yang muncul ke permukaan pada tahun lalu tersebut sukses menciptakan suasana intim dengan penonton. Saat membawakan salah satu lagunya Isyana bahkan tak segan untuk duduk di depan panggung dan membaur dengan penonton yang terguyur rintik hujan. Selain membawakan tembang hitsnya yang diambil dari debut album pertamanya Explore, ia juga sempat melantunkan lagu Sorry dari Justin Bieber yang dimix dengan Adeventure of a Lifetime milik Coldplay.

                                         

Acarapun mencapai klimkasnya dengan penampilan penutup dari grup band asal Bandung NOAH. Tampil dengan formasi lengkap Ariel, Uki, Lukman, dan David berhasil membuat penonton menyanyikan lagu-lagu yang sudah akrab di telinga penonton. Beberapa sahabat NOAH nampak berkumpul di satu titik dan mengibarkan spanduk sebagai bentuk kesetiaan mereka pada band tersebut. Di tengah penampilannya sang punggawa Arielpun membuka perbincangan dengan penonton, “Teman-teman semua kayaknya David sedikit gugup nih tampil di almamaternya,” tuturnya yang kemudian disambut tawa penonton. Dipercaya sebagai band penutup, NOAH terbukti sukses menghipnotis penonton untuk bersenandung hingga akhir penampilannya lewat beberapa lagu antara lain Hidup Untukmu Mati Tanpamu, Separuh Aku, Khayalan Tingkat Tinggi, dan Yang Terlupakan.

Acara F2WL yang digagas oleh SMAN 2 Bandung ini nampaknya sukses menghibur penonton dengan suguhannya. Meskipun tidak meghadirkan musisi luar negeri seperti tahun sebelumnya, konsep festival yang fresh patut diacungi jempol karena mampu menarik antusias ribuan penonton yang mampu bertahan hingga berakhirnya acara meski dalam kondisi hujan. Event ini bisa menjadi barometer bagi beberapa sekolah atau kampus untuk terus melakukan inovasi dalam membungkus acara musik atau festival.


Reporter :
Feari (@fearikrisna) Jurnalis yang hobi traveling tapi sering nyasar di pensi 
Photografer :
Dewe (@iamdewe) Hantu pensi, hampir selalu ada di setiap sudut gig, waspada