Banner

The First Slamdunk (2023) : Kisah Pilu, Nostalgia dan Pertandingan Basket Yang Seru!

|

padapanik.com - Setelah tamat sejak 24 tahun yang lalu, Salah satu manga populer di era 90an karya Takehiko Inoue ini akhirnya kembali merilis karya franchise terbaru dalam format film layar lebar. Film animasi berjudul "The First Slamdunk" sudah bisa di tonton di bioskop Indonesia sejak 22 februari 2023. Jika kalian menjadi bagian dari pembaca manga atau penggemar anime nya sampai tamat, maka cerita yang ditampilkan sebenarnya sama saja dengan yang sudah pernah dibuat. Tapi disusun dengan plot, alur dan sudut pandang yang berbeda. Film ini memberi sensasi nostalgia dengan cerita lama namun tetap seru dan terasa baru. 

Ryota Miyagi adalah seorang anak kecil yang tinggal di daerah pesisir Okinawa. Ia sangat menyukai basket karena terinspirasi dari kakaknya Souta Miyagi yang jauh lebih berbakat dari dirinya, Souta memiliki postur yang sangat mendukung tidak seperti Ryota yang bertubuh pendek. Saat kematian kakaknya, Miyagi terus berjuang untuk membuktikan dirinya sebagai seorang pebasket hebat. Ia melewati masa yang panjang hingga hari dimana ia bersama Shohoku harus menghadapi salah satu kandidat juara terkuat, SMA Sannoh. Mampukah Ryota membuktikan dirinya? 

Manga Slamdunk daya tarik utamanya adalah karakter Hanamichi Sakuragi atau si rambut merah yang merupakan berandalan sekolah, tengil, absurd, dan ditambah lagi sebagai karakter utama di manga basket, ia tidak paham dengan aturan, bukanlah pemain jago maupun berbakat dan bermain basket hanya karena motivasi nya mendekati seorang wanita. Makanya Slamdunk selain menampilkan basket yang real tanpa embel-embel kemampuan spesial atau fantasi lainnya, Manga ini memiliki keunikan hubungan antar karakter yang selalu berhasil mengocok perut pembacanya. 

Sayangnya manga nya tiba-tiba tamat seenaknya di volume ke 31 dengan ending yang tidak begitu memuaskan. Memang sih, Slamdunk tidak seperti Captain Tsubasa yang punya obsesi besar menjuarai Piala Dunia, Slamdunk cuma menampilkan romansa tim basket masa-masa sekolah yang berakhir begitu saja. Bahkan juara turnamen saja tidak. Makanya, Film ini menjadi obat rindu atau mungkin sebagai permintaan maaf mangaka nya kepada pembaca. Film ini ditulis dan disutradarai langsung oleh mangakanya sendiri. 

Meskipun dengan cerita yang hampir sama, The First Slamdunk berbeda karena tidak mengambil sudut pandang Sakuragi yang pastinya bakal jadi film komedi. Bukan juga mengambil POV Kaede Rukawa yang super cool dan jenius dalam bermain basket. Uniknya, film ini mengambil sudut pandang cerita utama dari karakter Ryota Miyagi, Point Guard dengan nomor punggung 7 di Shohoku. 

Kisah Ryota tidak selucu Sakuragi, Film ini menggambarkan sisi yang sangat sulit untuk karakter utamanya, rasa duka mendalam, frustasi, bayang-bayang dan perbandingan hingga drama keluarga yang panjang. Kisah pilu Ryota dijahit dengan sangat rapih dengan satu pertandingan sengit antara Shohoku melawan Sannoh. Plot yang disusun sedemikian baik ini membuat filmnya sangat mudah dinikmati dan membuat filmnya memberi perasaan yang campur aduk. Beberapa jeda diam tanpa suara dalam film ini membuat penonton ikut tarik nafas. Ditambah lagi, film ini menyajikan animasi pertandingan basket yang sangat seru. Konsep menggabungkan 2D dan 3D dalam anime ini menjadi sangat menarik (lebih menarik dari pertamakali liat trailernya). Vibes pertandingan basket dengan tempo yang dinamis digambarkan sangat baik dengan sajian jumlah frame yang tepat sehingga terasa memanjakan mata. 

Ada beberapa hal minor yang disayangkan. Misalnya scene ikonik Coach Anzai yang tiba-tiba berselebrasi tidak digambarkan begitu baik. Beberapa part lucu seperti Sakuragi yang bilang akan menyusul ke Amerika ke Eiji (pemain Sannoh), atau momen pantai yang harusnya diisi oleh pertengkaran bocah ala Rukawa dan Sakuragi. Film ini juga tidak begitu banyak menampilkan karakter Kaede Rukawa sebagai pemain andalan Shohoku. Padahal karakter ini punya magnet yang juga sangat kuat. 

Menariknya, Menonton The First Slamdunk tanpa harus membaca Manga atau menonton anime nya pun akan sangat mudah memahami nya. Jadi sangat cocok untuk penonton umum. 

Padapanik ngasih rating 8.5/10 untuk "The First Slamdunk".

Penulis :

Ashari @arhieashari 

Kembali ke Jatinangor, Meramaikan Pesta Mahasiswa Hingga Menikmati sajian musik dari Inggris.

|

padapanik.com - Sudah lama sekali tidak mengunjungi jatinangor. Jika ditarik kebelakang, liputan pertamakali kami sebagai media partner resmi di tahun 2014 lalu yah di kampus UNPAD Jatinangor. Jadi kembali kesana selalu menyenangkan. Dalam posisi kampus yang tidak begitu strategis atau jauh dari mana-mana membuat Mahasiswa di Jatinangor terus kreatif dan berusaha untuk menciptakan hiburan mereka sendiri. Kali ini tim padapanik kembali ke Jatinangor untuk menghadiri acara Big Force Festival 2022. 


Baca disini : Awetizemmaze : Sensasi Dunia Autism Dalam Sebuah Labirin


Big Force Festival sendiri adalah acara tahunan Mahasiswa oleh Universitas Padjajaran yang berupa kompetisi antar fakultas gitu. Jadi di panggung nya diumumin fakultas-fakultas yang berprestasi di kompetisi Big Force, Mahasiswa perwakilan naik dan menyuarakan kemenangan fakultasnya. Seru sih.  

Ini tahun pertama kami kesana dan semuanya terasa seneng-seneng aja. Meskipun untuk meliput festival kali butuh sedikit effort. Di hari sabtu yang macet seperti biasanya, beberapa dari kami tetap harus bekerja hingga jam 5 sore membuat kami harus memaksakan diri berangkat ke Jatinangor dengan jas hujan 10ribuan yang warnanya terang banget di jam-jam paling sibuk jalan raya. Basah udah pasti sih, makanya kami memutuskan untuk mengganti sendal. Sesampainya di venue, sulit sekali berkomunikasi satu sama lain karena hujan, banyak orang dan soundnya systemnya yang gokil. Sempat bingung juga sih pintu masuknya sebelah mana, sedangkan fotografer kami hari itu yang tersesat malah tanpa sadar udah berada di venue.

Jadi apa yang terjadi, terjadilah. Mari menikmati pertunjukan musik di akhir-akhir acara. 



Kedatangan kami disambut tuan rumah, The Panturas yang selalu prima dan menyenangkan. Stage nya super keren dan sound systemnya bagus sekali. Bikin benar-benar lupa kalau keadaan diri sendiri sudah basah kuyub dan kaki kotor karena tanahnya yang becek. Jika ingin fokus menikmati musik, yah maka semua sajiannya sudah sangat cukup. 

Setelah kapal The Panturas menepi, giliran sajian utamanya. Kelompok musik impor dari inggris yang cukup banyak mendapat hati pendengar musik di tanah air. Fur yang sedang tour asia tenggara ini menyempatkan diri ke Jatinangor untuk menghibur mahasiswa di UNPAD. Cukup unik karena Fur datang tanpa membawa kru sehingga para personilnya sibuk cek sound ditengah MC mencoba menyapa penonton. 


FUR tampil dengan membawakan sejumlah lagu-lagu hitsnya seperti Not Enough, Angel Eyes, Nothing, Trying, What Would I do dan beberapa lagu baru di album kedua. Tidak lupa, Fur menyanyikan lagu yang membawa mereka begitu terkenal di Asia salah satunya di Indonesia yaitu "If You Know That Im Lonely". Terdengar beberapakali personil dari FUR salah chord tapi dimaklumi karena penonton udah menikmati nyanyi bareng. BIG FORCE Festival 2022 di tutup dengan nyanyi bareng bersama TBA, ituloh grup vokal yang berisikan 3 mantan personil Koboy Junior. Secara rundown sih awalnya cukup kaget karena Fur tidak ditaruh di akhir, tapi ternyata para penonton jauh lebihi fasih bernyanyi bersama dengan lagu-lagu koboy junior. Jadi semua nyanyi, semua senang. 

Saat hujan-hujanan dan basah kuyup memang bikin badan menggigil, kepala sakit, dan imun turun. Tapi bahagianya penonton menikmati pertunjukan musik malam itu juga bisa bikin imun naik. Jadi impaskan mun? 


Penulis :

@arhieashari

Fotografer : 

@azamrachman 

Lagu KPOP Bagi Yang Gak Suka KPOP

|

padapanik.com - Selain Demam Berdarah, Demam KPOP adalah pandemi yang lagi gencar - gencarnya menerjang kehidupan masyarakat Indonesia. Tua atau muda, Pria maupun Wanita tiap hari memutar lagu KPOP. Dan tentu saja, ada pro dan kontra. Banyak penolakan terjadi di antara masyarakat yang merasa bahwa kita sudah terjajah dengan fanatisme berlebihan yang mendewakan sosok manusia dengan kemampuan menari, bernyanyi dengan paras menkilat seperti porselen, membawakan musik EDM yang bermodalkan buildup dan drop beat yang jedag - jedug

KPOP juga menjadi bulan - bulanan para idealis yang merasa kalau musik KPOP adalah musik “murah” dengan formula yang sama. Intro – Verse - Build Up - Drop yang berulang - ulang dengan efek EDM kekininan yang aneh bin ajaib. Namun setelah sedikit menyelam lebih dalam, menurut pengamatan kami ternyata musik KPOP tidak se “murah” itu. Oleh karenanya berikut adalah asupan bergizi lagu - lagu yang oke punya bagi para pecinta musik yang sedikit sentimen terhadap musik KPOP, dan mungkin bisa saja merubah pandangan kamu terhadap musik KPOP

Dreamcatcher - ODD EYE


                         

Biasanya yang sedikit skeptis adalah mereka yang mengaku pecinta musik keras. Dan bagi kami, Dreamcatcher bisa saja menangkis secara halus anggapan kalau Girlband/Boyband Korea harus melambai dan mendayu. Musik Dreamcatcher kental dengan unsur Rock dengan beat yang solid dan tegas di dalam lagunya. Ini bisa kamu dengarkan di Lagu mereka yang berjudul Odd Eye. Chorus lagu ini sangat kental dengan shreddingan electric guitar yang gahar, namun tetap dengan aksen yang catchy dan dinamis


BTS - Dis-ease

                         

Siapa yang gak kenal BTS? Ternyata boyband sensasional yang meledakkan hallyu wave di generasi mereka ini punya banyak lagu yang bisa dibilang bukan ciri khas KPOP dengan build up yang harus menggebu - gebu. Ditrack pilihan kami ini, nuansa hip-hop klasik 90s dengan boom bap yang energik, dengan permainan gitar yang funky dan catchy membuat lagu ini terkesan digarap dengan mengesampingkan lagu - lagu lain mereka yang terlebih dahulu hits. Pesan kami adalah tutup mulut kamu dengan rapat ketika masuk bagian bridgenya, karena bisa membuat menganga!

Red Velvet - One Of These Night

                          

Dua lagu diatas adalah lagu yang bisa membuatmu bangun dari tempat duduk dan bergoyang, tapi lagu ini adalah lagu yang bisa membuat kamu meringkuk di tempat tidur dan menangisi kehidupanmu. Red Velvet sudah tidak asing lagi dengan lagu - lagunya yang cheerful yet badass di beberapa track dengan persona Red mereka, namun One Of These Night, adalah sebenar - benarnya masterpiece yang pernah kami temui selama mendengarkan lagu KPOP!. Dengan chord jazz yang kental dimainkan dengan piano dan ensemble orkestra yang sangat cantik, ditambah harmonisasi vokal kelima membernya yang diatas rata - rata membuat One Of These Night menurut kami sebagai salah satu lagu paling indah di Industri Musik KPOP

Jeon Somi - Anymore

                         

Kehadiran artis - artis baru di dunia KPOP membuat musik mereka juga berevolusi, namun ada juga kombinasi yang baik tercipta antara artis baru dengan genre musik yang dahulu sempat tenar. Teenage Girl Pop Punk, yang kami istilahkan dikemas bersama Girl Crush dan Idola Lelaki jaman sekarang ini, Jeon Somi. Sedikit banyak lagunya yang berjudul Anymore mengingatkan kita dengan musik - musik tahun 2000an dimana Avril Lavigne berjaya pada masa itu. Nuansa itu bisa kita rasakan di track yang sangat fresh ini dengan vibes yang ceria dan bersemangat

LOONA - Butterfly

                         

Belum banyak yang mengetahui eksistensi LOONA di dunia per-kpop-an, dan kami menemukan bahwa girl group ini adalah hidden gems Korea! Sejujurnya basis fans Loona di luar korea sudah sangatlah besar, dan kami mengerti kalau mereka menggemari Loona dengan salah satu aspek musik mereka yang sangat segmented, sedikit kiri dari arus kanan musik KPOP. Butterfly adalah salah satu kesukaan kami, nuansa Electronic Music yang sangat sinematik, dengan ambience yang sedikit misterius, dibalut kemampuan vokal dan rap yang stabil membuat lagu ini adalah sisi lain jedag - jedugnya musik KPOP dengan pakem yang mungkin menurutmu sama.

Pada intinya, musik hanyalah persoalan selera. Rock, Pop, Metal, ataupun Melayu sekalipun harus bebas dari persekusi dan prasangka bahwa selera kita adalah yang paling superior. KPOP adalah bukti musik terus berevolusi dan mengikuti perkembangan jaman. Artis baru tercipta dan musik - musik menarik baru bermunculan, membuat pendengar memiliki banyak pilihan dan menyukai salah satunya. 

Penulis :
Iryansyah Nasir @iyannasr_ 

Akhir yang mengesankan, Terimakasih Money Heist

|


padapanik.com - Apa yang menyenangkan di tahun 2021 mu? Selain akhirnya kita kembali bisa nonton bioskop sambil makan popcorn, dan tidak lagi nonton konser via zoom. 2021 ditutup dengan berakhir nya salah satu series netflix terfavorit sepanjang masa. Yang mungkin menjadi teman kalian melewati pandemi Covid 19 ini. Memang "Money Heist" sebenarnya sudah tayang di Netflix sejak tahun 2017. Namun, tanpa perlu mendebatkan siapa yang udah nonton duluan dan siapa yang ketinggalan zaman. Serial Money Heist menjadi sangat hype di tahun 2020 disaat orang-orang di dunia sedang berada dirumah aja dan akhirnya mayoritas mulai melirik Netflix sebagai pilihan menonton karena tutupnya bioskop. Ditambah lagi, Hype nya meningkat karena di tahun itu juga rilis season ke-empat. 

Series asal spanyol yang katanya ratingnya terus turun saat pertamakali tayang di TV spanyol ini malah menjadi salah satu ikon pop culture dunia yang akan terus diingat hingga 20 tahun kedepan. Bahkan menjadi ikon dari spanyol itu sendiri. Dalam interview para cast, mereka bersyukur kalau saat ini jika orang spanyol bertemu orang asing tidak lagi hanya membicarakan soal klub bola Real Madrid atau Barcelona. Tapi tentang serial TV perencanaan perampokan yang fenomenal! Money Heist! Mari kita ulas 5 episode terakhirnya yang ditulis dengan sangat jenius. 

Setelah kematian Tokyo, para perampok masih harus berjuang untuk menyelesaikan misi dan keluar dari gedung bank. Sedangkan kematian 6 tentara akibat bom bunuh diri Tokyo hanya menyisahkan 3 tentara dengan kondisi 1 orang yang membutuhkan penanganan medis. Diluar bank, Professor dan Alicia masih saja tidak saling percaya. 

Lagi-lagi Money Heist mengingatkan penonton kalau serial ini bukan soal perampokan belaka. Mereka melawan sistem suatu negara dengan mempermainkan logika dan psikologis dari pihak kepolisian, badan keamanan negara, hingga masyarakat sipil nya sendiri. Di season ini mereka lebih gila lagi dengan mempermainkan negara-negara lain diluar spanyol. Bisa dibilang, 5 episode terakhir ini dieskekusi dengan sangat brilian dan diluar ekspektasi. 

Mari kita patahkan teori beredar dahulu. Tokyo sebagai pembaca narasi ternyata tetap menjadi pembaca narasi hingga akhir cerita. Money Heist tidak peduli dengan logika pembaca narasi yang ada hubungannya dengan film atau si pembaca narasi sedang membaca sebuah catatan peninggalan. Narasi hanyalah narasi, tidak ada hubungan nya dengan film. Sama seperti pembaca narasi dalam sebuah pertunjuan teater. Teori kalau semuanya akhirnya mati atau teori ending lainnya yang lebih gelap memang tidak akan rela diterima fans money heist, karena semua nya ingin geng perampok menang. 

Secara mengejutkan, 2 karakter baru yang diprediksikan menjadi karakter kunci malah menjadi plot twist yang sangat menarik. Sayangnya memang karena waktu terbatas jadi penyelesaian konflik nya seperti dipercepat gitu. Season ini juga masih belum lepas dari konflik drama percintaan yang sebenarnya sudah tidak perlu mengingat di 5 episode terakhir harusnya jauh lebih padat lagi khususnya untuk konflik baru antara geng perampok dan duo dari masa lalu. Money Heist masih saja mempertahankan konsep drama percintaan yang tidak memiliki premis kuat. Anehnya, Karakter Rio yang sedang galau-galau nya ditinggal tokyo malah terlihat cepat normal kembali. Malah Denver yang masalah nya biasa saja harus dipanjang-panjangkan untuk melengkapi durasi. 

Meskipun begitu, penyelesaian terhadap serial ini benar-benar sangat memuaskan. Jenius dan logis, tidak tekesan memaksa bahkan twist-nya tidak kepikiran sama sekali. Konsep logika yang dipaparkan oleh professor tentang "emas sebagai simbol negara" menjelaskan logika berpikir yang menarik tentang bagaimana sebuah negara memamerkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada, namun menjadi sesuatu yang superpower yang bisa menyelamatkan negara. Emas disini dijadikan suatu komunikasi non verbal yang menjelaskan keadaan suatu negara. Menarik, tidak hanya tembak-tembakan intens atau perampokan yang dimenangkan tapi jauh lebih dari itu Money Heist mengajarkan bagaimana sistem dibuat dan bagaimana sistem itu bisa dipermainkan atau bahkan di hancurkan. 

Akhir yang sangat menarik dimana keduanya dimenangkan bersama-sama. Pilihannya berubah menjadi dua pihak menang atau dua pihak kalah benar-benar tidak terduga, meskipun sudah terlihat sejak awal kalau kolonel Tamayo sudah tersudut dengan berbagai ancaman. Ending yang mengesankan dan memuaskan banyak pihak adalah ending yang paling tepat untuk sebuah serial yang sangat dicintai. Terimakasih Money Heist. 

Penulis :

 Ashari @arhieashari 

Eternals (2021) : Multikultural dan Ambisius dari Marvel Studios

|


padapanik.com - Eternals bisa dibilang sebagai salah satu film paling cantik yang pernah dibuat Marvel Studios. Film ini membuka lebih banyak dunia dan hubungannya dengan asal mulanya kehidupan baik di bumi maupun di semesta Marvel itu sendiri. Secara sinematografi, film arahan Chloe Zhao yang sukses memenangkan Penghargaan Best Director Oscar 2021 untuk film Nomadland ini membawa kita untuk masuk ke dalam intrik Makhluk Super yang berkutat pada loyalitas, kisah cinta dan emosi personal masing - masing karakter melalui visual yang cantik yang megah

Eternals bisa dibilang sebagai salah satu film paling cantik yang pernah dibuat Marvel Studios. Film ini membuka lebih banyak dunia dan hubungannya dengan asal mulanya kehidupan baik di bumi maupun di semesta Marvel itu sendiri. Secara sinematografi, film arahan Chloe Zhao yang sukses memenangkan Penghargaan Best Director Oscar 2021 untuk film Nomadland ini membawa kita untuk masuk ke dalam intrik Makhluk Super yang berkutat pada loyalitas, kisah cinta dan emosi personal masing - masing karakter melalui visual yang cantik yang megah

Eternals adalah film dengan cast paling beragam, multikultural dan paling ambisius dari Marvel Studios. Disandingkan dengan Guardians of Galaxy yang notabene kumpulan pahlawan super yang berada dalam satu tim, Cast Eternals berisi aktor dan aktris yang merepresentasikan ras penduduk Bumi. Kumail Nanjiani, Don Lee, Barry Koeghan, Salma Hayek, dan Angelina Jolie adalah diantaranya. Gemma Chan dan Richard Madden sebagai dua karakter sentral membawa jalan cerita dengan sangat baik. Masuknya Lia McHugh sebagai karakter cilik dan Lauren Ridloff sebagai cast dengan disabilitas menegaskan Eternals sebagai film bagi semua kalangan, juga masuknya karakter LGBTQ oleh Brian Tyree Henry (yang banyak diprotes karena too much bagi film superhero yang akrab bagi anak - anak) menegaskan ambisi Chloe Zhao menjadikan film ini sebagai film dengan Cast dengan cerita dan latar belakang paling beragam, relate dan bertabur bintang

Opini pribadi, saya menganggap film Eternals ini cukup bagi pengantar penonton Marvel untuk membuka jalan lebih dalam lagi untuk mengetahui sejarah dan awal mula kejadian pencipta Marvel. Namun dengan Cast dan latar belakang ambisius itupun memakan korban, cutscene sensor menjadi penyebabnya. kurangnya kita mengenal dan mendalami karakter masing - masing untuk menjadi believable dan loveable menjadi salah satu alasan. Tertabrak kultur, chemistry Gemma Chan dan Richard Madden kurang begitu memikat bagi sepasang makhluk hampir dewa yang memiliki emosi manusia. Saya malah lebih kesengsem dengan hubungan malu - malu meong Makkari dan Druig yang menggemaskan. Entah mengapa saya merasa ada beberapa hal yang kurang ketika menonton film ini, dibanding menikmati intrik hubungan antar sesama Eternals, saya lebih menikmati adegan komedi dan pertarungan di film ini

Namun disamping itu semua, Eternals tetap film yang harus ditonton bagi mereka yang mengikuti film - film dari Marvel CInematic Universe. Beberapa pertanyaan kita akan terjawab dengan menonton film ini, seperti mengapa mereka tidak ikut campur ketika terjadi blip, atau hubungan Eternals dengan para Avengers. Semua akan terjawab dengan sendirinya ketika menonton Eternals, yang notabene membuat kita merasa kembali di charge untuk menyambut film MCU lainnya

Spoiler Alert, Eternals juga membuka kehadiran pahlawan/anti-hero Marvel baru. Sedikit saran, tunggulah film sampai ending credit berakhir. karena 2 post credit scene Eternals akan membuat kita akan berteriak “akhirnya, dia muncul!”

Penulis :

Iryansyah Nasir @iyannasr_ 

Lamb (2021) : Mengadopsi anak domba, Folklore aneh dari Islandia

|

padapanik.com - Cerita rakyat atau folklore memang wajar kalau aneh, tidak banyak tercatat siapa pengarangnya diawal dan terus turun menurun dari generasi ke generasi. Pastinya akan ada banyak improvisasi atau misinformasi yang terjadi karena melewati waktu yang sangat panjang. Jika menyebut cerita-cerita rakyat Indonesia seperti Sangkuriang, Buto Ijo dan Timun Mas, Bawang merah bawang putih pastilah terasa sangat liar absurd. Hal ini ternyata juga terjadi pada folklore luar negeri. Salah satunya adalah cerita rakyat dari negara indah Islandia yang berjudul "Lamb". 

Cerita rakyat ini diangkat oleh production house yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan yaitu A24 dengan gaya khas nya yang menurut banyak orang indiependen dan horor anti mainstream. Dengan judul yang sama, "Lamb" (2021) menjadi debut Valdimar Johannsson sebagai sutradara dan menjadi film yang ditunggu-tunggu fans A24 yang semakin sering saya temukan di lingkungan sosial. 

Sayang sekali, saya belum pernah menonton karya-karya tebaik dari A24 seperti Midsommar (2019) atau The Hereditary (2018) meskipun judul dan prestasinya sering terdengar di telinga saya. Bahkan teman saya yang merekomendasikan film ini pun mengambil embel-embel kalau film ini satu rumah produksi dengan kedua film fenomenal tersebut. 

"Ini film horor masa depan!" Kalimat inilah  yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk ikut menonton film ini. 

Ingvar (Hilmir Snaer Gudnason) dan Maria (Noomi Rapace) adalah sepasang suami istri yang sudah lama menikah namun belum punya anak. Mereka tinggal di pedesaan sepi di Islandia dan berprofesi sebagai peternak domba dan juga berkebun. Suatu hari, keduanya sepakat mengambil seorang anak domba di peternakan mereka untuk diangkat menjadi anak. 

Dari sinopsis nya saja, kalian pasti akan kaget dan merasa film ini aneh, tidak biasa bahkan cenderung ke ngaco. Film ini membawa premis yang unik dan anti mainstream. Sama seperti yang saya bilang diawal, kalau cerita folklore kemungkinan ngaco nya cukup tinggi. Lamb adalah cerita rakyat yang diangkat kedalam film, wajar saja kalau premis nya saja sudah aneh. 

Film ini punya alur yang lambat. Bukan hal baru bagi saya yang sangat menyukai film "27 steps of may" (2018) atau "Istirahatlah kata-kata" (2016). Tapi cerita lamb bikin saya cukup tidak kuat karena beberapa scene-scene nya yang tidak perlu dan meaningless sehingga meskipun lambat, tidak padat bahkan tidak memperkuat apa-apa dalam filmnya. Sangat disayangkan. Anehnya, saya yang begitu penasaran dengan film ini langsung menonton beberapa review-nya di youtube dan mendengarkan pengakuan kalau mereka "ketakutan dengan suasana yang dibangun sejak awal" 

hah? 

Sepertinya lagi-lagi saya tidak mampu mencerna film ini, atau para fans A24 terbawa-bawa perasaan kalau film ini memang "khusus" untuk penikmat film anti mainstream? Sepanjang film saya malah menikmati suasan tanah luas, bukit hijau, danau, peternakan yang bagus, langit biru, rajutan-rajutan navajo, angin kencang yang berusaha menerbangkan jemuran dan scene-scene khas Islandia lainnya yang membuat saya semakin ingin kesana. Biasanya, efek dari film horor membuat tempat atau sesuatu berubah "image" sehingga merugikan tempat itu sendiri. Misalnya kengerian Rumah sakit di malam hari, sekolah atau citra badut yang sudah tidak lucu lagi. Film ini tidak memiliki kengerian itu. 

Btw, film ini dilabeli film thriller supernatural loh. Jadi wajar kalau gak ngeri sama sekali. Bukan film horor kok. 

Oh iya, buat yang belum paham dan tidak apa-apa dengan spoiler. Twistnya adalah anak domba tersebut ternyata memiliki badan setengah manusia. kepala domba dengan salah satu tangan nya seperti domba dan sisanya berbentuk manusia. Ia juga berjalan layaknya anak manusia biasa. Dalam hal ini, tidak ada yang membahas hal tersebut dalam film ini. Seolah-seolah biasa saja, Mirip seperti seluruh manusia dalam universe doraemon melihat robot kucing ajaib yang bisa bicara dari masa depan. Gak ada kagetnya sama sekali. Mereka seperti melihat itu hanya domba biasa dan ada pasangan gila yang mengadopsi domba sebagai anak.  

Meskipun secara keseluruhan saya gak suka film ini, tapi ada 2 scene yang menarik dan layak diapresiasi secara teknis keseluruhannya. Scene dimana Maria membunuh ibu domba asli dari anak domba yang ia adopsi, terlihat begitu emosional. Selain itu, scene twist ending di akhir dimana anak domba tersebut memeluk ayah angkat nya. Meskipun CGI yang tidak terlalu baik, tapi emosi nya cukup tergambarkan dengan baik. Bahkan lebih bagus dari ekspresi maria saat mendapati kenyataan yang menimpa suaminya. 

Disaat film ini mulai terasa membosankan, meskipun saya penasaran dengan kelanjutannya yang misterius, tiba-tiba saja langsung ending. Memang anti mainstream, konflik nya tidak memuncak dan datang tiba-tiba lalu selesai begitu saja. Apakah endingnya mengerikan? bagi saya tidak sama sekali, karena penggambarannya yang tidak memuaskan ditambah lagi suasananya yang cerah. Sepertinya saya belum terbiasa dengan genre baru ini. Saya kesal tapi semakin penasaran dengan film A24 lainnya, tapi mohon maaf untuk film ini saya mewakili padapanik.com untuk memberi rating 6/10 

Penulis :

 Ashari @arhieashari 

  

Visual Kei, terang redupnya movement musik Jepang

|



padapanik.com - Di akhir tahun 80an menuju 90an, dimana pada saat itu glam metal banyak berseliweran di telinga fans musik dunia, memicu munculnya aksi dan kultur trend musik yang diadaptasi oleh Jepang, negeri matahari terbit yang seakan tidak berhenti berinovasi. Kejayaan KISS ataupun Motley Crue menjadi cikal bakal lahirnya Visual Kei sebagai salah satu identitas musik jepang, yang seiring berkembang dengan pendengar setianya sampai saat ini yang masih menunggu band – band berlabel Visual Kei kesukaan mereka memproduksi musik dengan new look tahunan yang membuat penasaran.

X Japan, Dead End, dan BUCK-TICK adalah representasi band dengan label visual kei di akhir tahun 80-an menuju 90an, dengan mengusung genre metal yang progresif.  Ketiga band tersebut meraih kesuksesan secara mainstream di Jepang.  Hal ini pula yang mengacu penggunaan istilah visual kei untuk menamakan pergerakan ini, diambil dari salah satu nama Album X Japan, Psychedelic Violence Crime of Visual Shock. Seiichi Hoshiko, seorang jurnalis musik menggunakan istilah ini untuk mempromosikan pergerakan visual kei. Visual kei yang berarti Visual Style, musik rock dengan gaya visual yang menarik dengan cepat menjamur di masyarakat Jepang.

Menjamurnya Visual Kei di jepang, membuat banyak anak muda mulai memainkan musik rock dengan style dan visual yang menarik. Hide, di tengah kesuksesannya bersama X Japan dan solo karirnya menjadi seorang gitaris yang paling dikenal dan mendapatkan pengakuan sebagai influencer visual kei pada saat itu, Hal ini juga menginspirasi band – band second wave untuk muncul ke permukaan industri sebagai era dan kesegaran baru dengan semangat muda mereka. Sebut saja LUNA SEA, Malice Mizer, Kuroyume, GLAY, dan salah satu band Jepang yang sudah akrab di telinga orang Indonesia, L’Arc-en-Ciel.

Namun kesuksesan Visual Kei meraih kesuksesan mainstream sempat mengalami redupnya di akhir tahun 90an. Salah satu pemicunya adalah kematian HIDE, sosok yang dikenal sebagai ikon ini meninggal dunia karena di duga bunuh diri, tidak lama setelah bubarnya X Japan. Banyak band yang memutuskan untuk bubar. Beberapa momen redupnya ditandai dengan L’Arc-en-Ciel yang perlahan mengubah style dan menyatakan diri sebagai bukan bagian dari movement Visual Kei, keluarnya GACKT dan kematian KAMI dari Band malice Mizer, bubarnya LUNA SEA, dan respon negatif masyarakat Jepang akan pergerakan ini membuat pergerakan ini sempat kembali minor karena tidak adanya pemimpin gerakan.

Namun di tahun 2000an, munculnya band – band yang mula beradaptasi dengan sound modern membuat gerakan ini kembali di lirik. Kehadiran band visual kei juga banyak mendapatkan perhatian dari fans international, khususnya eropa dan amerika latin, yang perlahan membuka diri akan keunikan musik – musik Jepang. Dir en Grey, The GazettE, Versailles, Girugamesh, dan NIGHTMARE bisa dibilang menjadi band berlabel visual kei yang memiliki fanbase besar di seluruh dunia. Dir en Grey yang tampil di Wacken Open Air 2011, the GazettE yang sudah melakukan tur dunia, Versailles dan Girugamesh yang memiliki banyak fans eropa dan NIGHTMARE yang sempat mengisi soundtrack serial anime popular, DEATH NOTE, menjadi bangkit kembalinya gerakan ini. Yang masa itu disebut Neo Visual Kei.

Band – band baru pun mulai bermunculan. Beberapa yang menarik perhatian seperti DEZERT, Jiluka, HERO, dan Golden Bomber dengan gimmick yang khas, serta kembalinya X Japan dan LUNA SEA pun menjadi titik balik kejayaan gerakan ini. Perlahan – lahan mengambil kembali hati masyarakat jepang maupun dunia, dengan sound yang lebih modern, dengan persona yang masih memikat hati pendengarnya sampai saat ini.

Penulis :

Iryansyah Nasir @iyannasr_ 

Horror Epic Kolaborasi Korea - Thailand - Review Film The Medium (2021)

|

padapanik.com - Konsep found footage seperti ini sudah banyak dipakai di ebebrapa film baik supranatural, thriller maupun action. Tapi sentuhan sinematografi di film ini memberikan efek yang berbeda. Seperti kita menonton dokumenternya Vice atau Watchdoc. Pengalaman sinematik ini membawa kita untuk ikut hadir dan masuk ke dalam jalan cerita yang disajikan. Walau terkadang gedek juga sama kameramennya, bukannya nolong orang yang sudah mau mati malah tetap asik merekam. Profesionalitasnya nomer satu tapi empatinya ga ada 

film ini bercerita tentang fenomena Shaman atau dukun di Isan region of Thailand, dimana satu keluarga harus menjadi medium untuk Dewa Bayan, Dewa yang mereka percayai. Namun malah menjadi pertarungan antara dukun lokal versus setan keroyokan yang bersemayam dalam gadis cantik bernama Mink

Castnya meyakinkan banget, terutama Mink yang diperankan oleh Narilya Gulmongkolpech, adegan CCTV ala  - ala paranormal activity itu memang bangke sekali bahkan sampai saya menulis ini masih terus terbayang. Cast lain pun juga memerankan perannya dengan sangat meyakinkan. Sangat genuine dan berasa real. Bahkan peran minor seperti bos dukun lokal ataupun pengikutnya yang kerasukan setan aing maung pun terasa tidak dibuat - buat.

Scoring yang pas menambah kesan horror film ini yang tidak mau terlalu menjual jumpscare. Bisa di hitung dengan jari ada berapa momen jumpscare yang tidak terkesan maksa. Film seperti ini bermain dengan suasana yang dibuat di dalam film dengan tone warna yang gelap, mendung dengan sedikit dark. Beberapa aspek handheld kamera yang chaotic dipadu padankan dengan scene - scene yang steady namun disturbing membuat film ini layak disebut sebagai film horror paling ngeri di tahun 2021 ini

Saya memberikan skor 9 dari 10 untuk film ini. Selain plot ceritanya yang sangat genuine dan lokal, sehingga relate dengan masyarakat, bahkan bisa nyambung dengan kepercayaan supranatural masyarakat Asia Tenggara. Dan bagi kamu yang menonton, jangan lupa kalau film ini memiliki rating 21+, karena banyak adegan - adegan khusus dewasa yang ada di film ini, mulai dari nudity, adegan mantap - mantap, gore, darah dan muntahan dimana - mana, sampai adegan pipis di meja kamu bisa terawang di film ini. Selamat menonton.

Kalian bisa nonton ulasannya di Youtube Padapanik.com

           

Penulis :
Iryansyah Nasir @iyannasr_ 

SQUID GAME, FORMULA LAMA DENGAN RAMUAN NETFLIX YANG VIRAL

|

padapanik.com - Dengan premis yang cukup simple dengan menang hidup dan kaya, lalu kalah dan mati, Squid Game mengingatkan kita akan film atau series yang serupa. sebut saja Battle Royale, SAW, ataupun Alice in Borderland yang akan hadir season 2 nya di Netflix tahun ini. Bagi kami, ada satu hal yang sangat memukau dari menonton secara marathon series ini selama semalam, yakni production design nya yang ciamik dengan tendensi menghadirkan pesan - pesan simbolik dan memiliki arti di masing - masing permainannya. Mulai dari arena permainannya yang ikonik, kamar tempat mereka saling menyusun rencana, sampai tangga dan ruangan yang ada di dalam ruangan kontrol gamenya memberikan kesan yang nempel di mata penonton series yang disutradarai oleh Hwang Dong-hyuk ini.

Para pecundang di Korea Selatan mendapatkan undangan untuk mengikuti permainan dimana mereka harus bertarung hidup mati demi mendapatkan uang milyaran won dengan memainkan permainan khas anak - anak di Korea.

Cast dalam series yang digadang - gadang menjadi series paling trending di Netflix ini sangat loveable. Kekacauan yang Gi-hun buat atas keegoisannya pun membuat kita merasa orang ini harus mati duluan, tapi semakin berjalannya series ini, kita menjadi simpatik dan pelan - pelan menyimpan harapan. Tapi bagi kami, Gi-hun adalah tetap bapak paling kampret di dunia. Sang-woo adalah sebenar - benarnya character development yang paling membuat penonton emosi, dari yang biasa saja ke simpatik, berubah ke mode “ini orang bangke” sampai diakhir kita memaklumi dan menghapus dosa - dosanya walaupun dengan gerakan blunder dengan pengorbanan yang sia - sia itu. Antagonisnya pun memerankan peran yang sangat baik. Bagi kalian yang sudah menonton series ini, plot-twist diakhir, aktor dibalik semua ini bisa dibilang mengingatkan kami terhadap ikoniknya John Kramer yang diperankan oleh Tobin Bell diakhir film SAW franchise

Tidak banyak yang bisa kami bahas akan sound design nya, selain suara permainan green light, red light yang lagi viral di TikTok saat ini. Namun satu hal yang pasti adalah konsep dari series ini dipikirkan dengan sangat matang. Beberapa adegan gore pun ditampilkan secara eksplisit walaupun masih dalam batas kemanusiaan. Film dengan konsep survival dengan memainkan permainan masa kecil ini sebenarnya sudah di mulai dengan satu film Jepang berjudul As The Gods Will di tahun 2014 kemarin, namun Squid Game menurut kami lebih menitik beratkan kepada pengembangan karakter dan intrik antar peserta di dalam game.

Cukup bagi kami memberikan skor 8 untuk series ini. Mungkin tidak sempurna, namun series ini bisa mengobati kerinduan kamu dengan pengalaman menonton series yang menyenangkan sekaligus penuh dramatisasi ala Korea Selatan. 

penulis :
Iryansyah Nasir @iyannasr_ 

Point Penting Setelah Menonton Money Heist Season 5 Part 1

|


Padapanik.com - Money Heist kembali, Hype nya pun kembali lagi. Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar yang menyukai serial asal spanyol ini. Meskipun Cuma hadir 5 episode, yang berarti hanya setengah season. Para fans nya khususnya di Indonesia ikut merayakan kegilaan salah satu ikon pop culture dunia saat ini. Jika season sebelumnya dianggap kurang berhasil, yang dikarenakan penulisan skripnya terburu-buru dan dibuat berbarengan dengan proses syutingnya. Season 5 cukup berhasil menutupi itu. Meskipun kadang konflik nya itu lagi itu lagi Cuma kemasannya aja dibikin lebih brutal dan budget produksinya yang lebih besar. Anyway, Geekomendation kali ini tidak akan mereview season terbaru Money Heist melainkan merangkum poin-poin penting dan memprediksi alur cerita selanjutnya berdasarkan petunjuk yang kita dapatkan di 5 episode kemarin. 

Banyaknya Teori Fans yang patah

Money Heist adalah salah satu hype dunia. Jadi, banyak fans yang mencoba menebak dan memprediksi akhir cerita dari kisah heroik perampokan bank ini. Pernah dengar tentang teori kalau semua akan mati kecuali Tokyo? Karena cerita ini adalah sudut pandang tokyo jadi dia menceritakan semuanya dipenjara. Teori itu langsung dipatahkan dengan kematian tokyo di akhir episode, nyesek emang. Bangke. Tapi ini membuat ending ceritanya semakin tidak tertebak. Ada juga teori yang paling ramai di youtube, Alicia adalah Tatiana, istri dari Berlin. Ini mungkin juga sudah bisa dipatahkan mengingat interaksi professor dan Alicia seperti baru bertemu bahkan Alicia begitu bencinya dengan dalang dari perampokan itu. 

Kematian Tokyo dan Kematian Selanjutnya

Setelah Kematian Berlin di Season 2, Kematian Nairobi di Season 4 dan kini kematian Tokyo di Season 5. Hal ini menandakan kalau Alex Pina, Penulis sekaligus sutradara dari film ini tidak segan untuk membunuh karakter buatannya. bahkan 3 karakter yang mati terakhir adalah karakter favorit banyak orang. Hal ini bikin setiap karakter dalam Money Heist memiliki kemungkinan mati yang sama. Siapa yang akan mati selanjutnya? Prediksi kami sih Rio. Kematian kekasih hatinya Tokyo akan membuat Rio semakin tidak terkontrol dan menggila, ia akan lebih cepat mati mengingat kemampuan bertarungnya yang lemah. Rio kemungkinan besar akan mati mengingat sudah disiapkan nya karakter kunci yang akan mengganti posisinya. Atau Helsinski yang sudah sulit kabur akan dijadikan tumbal demi keselamatan yang lain. 

Karakter Kunci Belum Juga Datang

Jika Tatiana menjadi salah satu orang yang memahami rencana perampokan, maka Tatiana harusnya muncul untuk turut membantu dalam perampokan ini. Entah apapun role nya nanti. Jika tidak, sungguh mubazir proses building karakter nya yang buang-buang durasi saja. Selain Tatiana, dalam season ini mengangkat satu karakter penting lainnya yatu Rafael sebagai anak dari Berin yang di season ini mengambil banyak sekali durasi cerita untuk memperkenalkan karakternya. Jika benar ia akan menjadi kunci paling penting di ending dari perampokan. Maka, benar kalau ia akan menggantikan Rio dalam tim mengingat kemampuan keduanya berada di bidang yang sama yaitu IT. Tinggal menunggu saja sampai kedua karakter ini datang. Prediksinya sih datang di episode-episode awal part 2 nanti. 

Kemenangan Sudah Terlihat


Di akhir episode, Profesor sudah kembali memegang kendali dengan melakukan ancaman kepada Luis Tamayo. Kartu As sudah terkunci, Demi menyelamatkan karirnya, ia memutuskan untuk tidak lagi mengirim pasukan bantuan kedalam gedung. Hal ini membuat sisa pasukan yang ada, bisa dihitung jari sehingga sepertinya lebih mudah dilumpuhkan Denver dan yang lainnya. Jika dilihat dari plan pelelehan emas yang sudah mulai banyak improvisasi, sepertinya endingnya pun akan sedikit berbeda dari apa yang sudah direncanakan. Lagi-lagi kuncinya akan datang dari 2 karakter yang ada di scene flashback Berlin. 

Season 5 Part 2 pastinya akan sangat layak ditunggu mengingat perampokan rumit ini harus diselesaikan dalam durasi 5 episode yang berarti 5 episode terakhir akan sangat padat dan menegangkan. Akan lebih banyak ledakan, Karakter yang mati, Scene yang menguras air mata dan ending yang heroik. Atau.. malah ending yang kelam? Gimana menurut kalian? 

Penulis :

Ashari @arhieashari

Antara Shang-chi dan adegan klasik film laga Asia

|

padapanik.com - Shang-chi itu adalah film Martial Arts Hongkong dibungkus fantasi ala Komik Marvel dengan sentuhan Hip-Hop California.

Shang-Chi and the Legend of Ten Rings berawal dari 10 gelang sakti milik Xu Wenwu yang pada masa kejayaannya, ia mendirikan organisasi ten rings yang terlibat dalam banyak konflik besar. Hingga di tahun 1996, Ia berpetualan untuk menemukan desa ajaib, Ta Lo. Disaat ia hampir berhasil, ia malah bertemu wanita bernama Ying Li, seseorang yang pertamakali bisa mengalahkannya dalam pertarungan. Wenwu dan Ying Li menjadi sepasang suami-istri, saat ini Ying Li meminta Wenwu untuk berhenti dari dunia gelapnya dan fokus menjadi seorang ayah. Pernikahan ini melahirkan 2 anak, Xu Shang-Chi dan Xu Xialing. Sayangnya sang ibu meninggal dunia, hal ini membuat Wenwu kembali menjadi karakter nya yang dulu dan melatih anak tertuanya Shang-Chi untuk menjadi kuat dan menjadi pembunuh hebat sejak umur 7 tahun. Diusia 14 tahun, setelah berhasil dalam misinya, ia kabur ke San Fransisco dengan nama Shaun dan menjalani hidup sebagai orang biasa.

film yang chara-developmentnya padat dan rapi, mengangkat latar belakang father issue yang sangat kental dalam keluarga Asia. Shang-chi membawa kita untuk kembali ke Bumi setelah menjelajahi Galaksi dan Multiverse yang sedang dalam tahap ekspansi. Tendensi Shangchi sebagai hero Asia pertama yang dikenalkan MCU digas habis - habisan baik secara backstory maupun personanya di dalam layar untuk merepresentasikan Asia sebagai bagian penting dalam semesta sinematiknya Marvel, karakter ini dibuat relate dengan harapan bisa dicintai dan ditunggu kehadirannya ketika akan join fight bersama hero - hero yang sudah kita tonton di film - film MCU sebelumnya

Walaupun karakter Shang-chi di komik maupun film martial arts Hollywood lainnya sangat terinspirasi dari Bruce Lee, di film ini kita melihat sesuatu yang beda dengan pemilihan root Kung-fu Wong Fei-hung di dalam fighting scene-nya. Hal in terlihat jelas ketika perkelahian cinta pertama Wenwu dan Li di awal - awal film. Slow-mo dan kibasan efek angin dalam setiap gerakan sangat indah dan melegakan. Ketika memasuki sequence perkotaan, adegan perkelahian di bus pun memiliki vibes yang sama seperti kita menonton film - film dari Jackie Chan, dengan penggunaan properti dan akrobatik khas yang mematahkan tulang

Dari segi scoring dan soundtrack, keputusan tim MCU bekerja sama dengan 88rising untuk berkontribusi di musik dan scoring dirasa sebagai strategi yang cerdik dan pas, apalagi status 88rising saat ini sebagai representasi musik asia di dunia ini juga menjadi kombinasi yang tepat. Dengan musik yang mereka sajikan baik dalam scoring lagu maupun sebagai musik penyemangat, dapat membuat kita terbangun dari sandaran kursi sambil sumringah ketika menonton Simu Liu memukul dan menendang musuhnya. Sebut saja Rich Brian, DPR LIVE, DPR IAN, Zion. T, Gen Hoshino, NIKI, Warren Hue, dan musisi Asia lain turut meramaikan gedebak gedebuk 808 dan tight snare yang menghiasi pukulan - pukulan kung-fu dalam film ini

Tambahan terakhir, setiap film biasanya memiliki seorang comic relief yang meyakinkan, dan pilihan tim MCU memilih Awkwafina untuk mengisi peran Katy sangat tepat, tidak kurang dan tidak berlebihan, membawa alur film komik khas Marvel tetap kembali pada jalur mereka. Aksi yang berat namun tetap fun. Simu Liu merepresentasikan karakter ini dengan sangat baik. Mungkin tidak se-ekspresif karakter hero lain pada umumnya, namun bisa dilihat dia bekerja sangat keras untuk ini. Kehadiran Michelle Yeoh seakan menegaskan bahwa film ini adalah film klasik dengan modernisasi yang on-point. Dan dari semua cast yang brilliant itu, kita semua harus angkat topi dengan kehadiran Tony Leung sebagai Wenwu. High level aktor dengan segudang pengalaman dan kecakapannya membuat film ini kuat dari segi cerita dan kualitasnya

Film ini dapat menjadi stand-alone, namun karena ini adalah phase 4, jadi diharapkan jangan pulang dulu setelah end-credit di roll. Karena rasa kangen kamu setelah menonton end-game akan sedikit terobati dengan post-credit scene yang fun namun membuat mati penasaran 

Penulis : 

Iryansyah Nasir @iyannasr_ 

Selesai (2021) : Sedikit berbeda, Sedikit kompleks

|

padapanik.com - Ternyata bisa juga tidak ke bioskop selama 1 tahun, pandemi di Indonesia yang tadinya  bikin resah, sekarang mulai terbiasa. Salah satunya adalah tidak ke bioskop. Meskipun kemarin sempat dibuka, tapi sekarang malah lebih ke males, bukan karena pengen tetap di rumah aja. Kebiasaan menonton bioskop pelan-pelan mulai digantikan dengan menonton dirumah. Apalagi, banyak pilihan nonton platform legal yang murah meriah mulai masuk ke Indonesia. Meskipun jumlah penonton nya tidak sebanyak ketika dulu bioskop buka. 

Sambil menunggu beberapa film Indonesia yang menunda penayangannya, ada satu film baru lagi yang sudah sejak lama di promosikan di media sosial dan akhirnya rilis juga. "Selesai" jadi film karya kedua dari Tompi setelah "Pretty Boys" (2019) tayang di bioskop. Film keduanya juga tayang di bioskop tapi bioskop online. Dengan berani mematok harga 40ribu (dimana ini sudah seharga satu tiket bioskop di weekend) di websitenya. Film ini ternyata berhasil mencapai 100ribu penonton. Lumayanlah yah, semoga balik modal.

Rumah tangga Ayu (Ariel Tatum) dan Broto (Gading Marten) diambang perceraian karena perselingkuhan nya dengan Anya (Anya Geraldine) selama 2 tahun sudah tidak bisa lagi ditahan oleh Ayu akhirnya meledak juga. Ditengah pertengkaran mereka, situasi pandemi memaksa mereka tidak bisa kemana-mana. Ditambah lagi, ibu dari Broto (Marini Soerjosoemarno) malah ikut mengungsi ke rumah mereka. Hal ini bikin Ayu dan Broto menyembunyikan pertengkaran nya dan menunda perceraian. 

Tompi kembali mempercayai Imam Darto sebagai penulis film nya. Duo ini kembali menciptakan film drama yang berbeda. Jika di bandingkan dengan film sebelumnya, Penulisan Imam Darto jauh lebih kompleks disini, berani mengambil resiko dan bisa dibilang cukup liar. Meskipun ada beberapa dialog explicit yang berlebihan dan menurut saya tidak perlu sebanyak itu. 

Film khas pandemi dimana tidak banyak cast yang terlibat namun semuanya cukup tepat porsinya, sayangnya film ini tidak berhasil menggambarkan situasi pandemi covid-19 seperti yang ia ceritakan dalam filmnya. Jika cerita dari film ini lebih baik dari Pretty Boys, secara teknis, Pretty boys lebih baik. Demi mengulang kesuksesannya menghasilkan gambar-gambar yang cantik dalam film pertamanya, Tompi terkesan terlalu memaksakan menambahkan banyak elemen color grading yang terkesan tidak sesuai dengan suasana film yang ingin di bangun. Malah terkesan seperti film-film horor luar negeri. Ke-tidak-singkron-an antara proses produksi dengan post production nya membuat warna dari film ini berubah-ubah atau bisa dibilang tidak konsisten. 

Secara cerita, film ini mengangkat isu yang menarik. Seorang wanita yang hanya diam bertahun-tahun mengetahui suaminya selingkuh namun ia memilih untuk memendam demi tetap bisa membahagiakan mertua nya yang sudah ia anggap seperti mama kandung nya sendiri. Sungguh dilema yang menarik, ia tidak bisa memilih, harus bersama keduanya. Iblis dan Malaikat dalam kehidupannya yang sendiri. Akting Ariel Tatum harus mendapat apresiasi disini, kebimbangan, dan emosi nya yang berubah-ubah menjadi daya tarik sendiri dan menjadi alasan kenapa film ini tidak tertebak twistnya. Untuk Gading Marten sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Pengembangan karakternya sangat menarik Broto sangat menarik dimana ia bisa panik sekaligus tenang dalam satu scene. Dalam proses tertekannya, ia berusaha tetap menyebalkan dengan malah mencari celah untuk melawan balik. 2 Karakter yang kontra jadi satu membuat karakter Broto begitu menarik sekaligus mempermainkan emosi penonton. Kekayaan karakter keduanya membuat rasanya menjadi berbeda dari drama lainnya. Hal yang cukup mengejutkan karena sebelum menonton film ini, isu tentang jeleknya film ini sudah beredar dimana-mana dan itu hampir saja membuat saya tidak jadi nonton. Faktanya, film ini cukup menarik untuk ditonton dan lebih dari itu, film ini sedikit berbeda. 

7/10

Penulis :

 Ashari @arhieashari

Kate (2021) : Total Chaos dengan visual cantik

|

padapanik.com - Secara visual, konsep dan latar belakang cerita, pantas bagi kita untuk menyamakan film ini dengan franchise John Wick yang tenar itu. Scene fight yang brutal dengan balutan visual cantik dengan unsur cyberpunk-ish nya membuat film ini selain brutal, juga menarik secara gambar. Mary Elizabeth Winstead memainkan peran wanita badass-nya dengan sangat baik. Ya, tentu saja, apa yang lebih menarik dibandingkan dengan perempuan jago gelut yang sedang sakaratul maut, harus berhadapan dengan musuh – musuhnya sembari ditemani anak perempuan manja nan cerewet menyebalkan seperti Ashley di Resident Evil 4. Secara otomatis total chaos akan terjadi dan hal inilah yang membuat filmnya jadi menarik untuk di tonton.

Kate, seorang sniper handal dan petarung kombat harus membalaskan dendamnya dalam kurun waktu 24 jam sebelum ia mati karena di racun oleh musuhnya, yang dimana dalam perjalananya harus mengalami ikatan yang tidak terduga dengan anak korban yang pernah ia eksekusi sebelumnya. Film ini diperankan oleh Mary Elizabeth Winstead, Woody Harelson, Tadanobu Asano, Miyavi dan aktris pendatang baru, Miku Martineau. Film ini disutradarai oleh Cedric Nicolas Troyan yang juga pernah meyutradarai The Huntsman: Winter’s War

Sayangnya dari segi cerita film tidak menampilkan suatu hal yang baru dan bisa membuat penontonnya bereaksi lebih. Dengan jalan cerita yang terkesan menggunakan template cerita film balas dendam pada umumnya. “Musuhku ternyata adalah temanku yang terdzalimi” menjadi plot twist yang dirasa terlalu biasa dan gampang di tebak, sehingga ketika kita menontonnya pun sudah bisa menerka di pertengahan film tentang apa yang terjadi, yang membuat sense of curiosity bagi kami yang menonton menjadi tidak dominan, ini membuat kami hanya menunggu adegan fighting MEW yang di sertai bumbu – bumbu visual yang berdarah - darah.

Catatan khusus yang menarik dari film ini adalah kehadiran Miku Martineau yang menjadi scene stealer bagi penonton filmnya. Sebagai pendatang baru akting dede gemes ini bisa mengimbangi akting para seniornya. Kehadiran MIYAVI dan BAND-MAID juga sangat membantu film ini mengambil hati penonton yang lebih luas, baik di jepang maupun di dunia. MIYAVI, seorang penyanyi – gitaris - songwriter yang sudah pernah bermain di Unbroken dan Bleach: Lice Action ini membawkan karakternya dengan cukup unik dan meninggalkan kesan dalam pada cerita film ini sendiri. Band-Maid sebagai band jepang anti-mainstream yang saat ini memiliki fanbase worldwide dengan solidaritas paling erat juga sangaat membantu mengambil hati para fansnya yang kebanyakan adalah metalhead dengan janggut mekar dan kebiasaan headbang tanpa kenal norma kebisingan tetangga.

Pada akhirnya, film ini menurut kami hanya menitik beratkan tentang jago-nya Mary Elizabeth Winstead mempecundangi musuh – musuhnya di jalanan Tokyo. Sedikit banyak mengingatkan kami pada adegan – adegan di film John Wick dengan fighting act seperti yang ada dalam film The Raid: Brandal. Namun disamping itu, film ini adalah sebenar-benarnya film dengan full package action yang pasti akan disukai para pria maupun wanita jagoan yang sedang mencari girl-crushnya. Secara garis cerita perlu penggalian lebih dalam lagi dengan mempelajari bagaimana caranya membuat plot yang menarik untuk penonton bisa betah sampai akhir, dan tidak hanya jualan percikan darah dan ledakan daging berhamburan. 

7/10 

Penulis :

Iryansyah Nasir @iyannasr_ 

Petualangan Lima Remaja - Games Android yang Memiliki Latar Belakang Konflik SARA

|


Padapanik.com - Petualangan Lima Remaja - Siap PEKA! adalah sebuah game yang dirilis di platform Android. Game ini menghadirkan nuansa yang sangat Indonesia, memiliki latar suara yang merupakan lagu daerah di perwakilan 5 daerah di Indonesia. Games ini menghadirkan cerita yang diangkat berdasarkan permasalahan SARA yang ada di Indonesia. Latar belakang tersebut mendorong hadirnya game ini dengan menawarkan solusi pendidikan karakter sebagai sumbu utama nya. Pendidikan karakter sendiri termasuk salah satu program pemerintah yang telah berjalan dari tahun 2016 lalu, dengan nama program Cerdas Berkarakter, yang diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemdikbud).

Game ini menghadirkan genre pendidikan, kebudayaan, dan dengan sedikit bumbu science fiction pada ceritanya. Memiliki lima karakter utama yang masing-masing mewakilkan pulau-pulau di Indonesia, dan hanya satu karakter yang bisa di kontrol yaitu karakter yang berasal dari Jawa barat. 

Sinopsis

Petualangan Lima Remaja menceritakan lima orang anak yang berasal dari latar belakang berbeda-beda yang menjadi satu ikatan persahabatan. Mereka selalu bermain bersama dalam desa tersebut. Namun seketika ada sesuatu yang terjadi yang menyebabkan konflik dan menjadi memanas. Hingga akhirnya  salah satu anak menendang satu mainan yang seketika berubah menjadi sebuah gunung dan kota kecil yang penuh kehidupan.

Selain memiliki gameplay dan cerita utama, game ini juga memiliki empat minigames yang mendukung cerita utama. Adanya minigames tersebut dilatar belakangi oleh lima poin utama dalam pendidikan karakter yaitu: integritas, mandiri, gotong-royong, religius, dan nasionalisme. Dengan ada nya game ini diharapkan dapat menjadi platform pendidikan baru yang lebih inovatif dan interaktif terutama untuk anak-anak. 

Saat ini games yang membahas tentang konflik sensitif SARA dan pendidikan karakter ini sedang dalam tahap perkembangan, dan akan tersedia dalam waktu dekat. Untuk info update games dapat dilihat dengan klik link berikut: Petualangan Lima Remaja - Siap PEKA!

Beberapa screenshot gameplay & konsep karakter: 












Download di :